Mei 16, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

Putin: Perundingan dengan Iran ‘tidak berjalan mudah’

2 min read
Putin: Perundingan dengan Iran ‘tidak berjalan mudah’

Bicaralah dengan Iran mengenai usulan Rusia yang bertujuan menyelesaikan krisis internasional terkait dugaan program senjata nuklir Teheran tidak akan berjalan “mudah,” kata Presiden Vladimir Putin pada Rabu.

“Pembicaraan tidak berjalan dengan mudah, namun kami berharap dapat mencapai hasil yang positif,” kata Putin kepada wartawan saat berkunjung Azerbaijan.

Pemimpin Rusia tersebut mengatakan bahwa tawaran Kremlin untuk memperkaya uranium adalah untuk Teheran menangkal kecurigaan bahwa Iran dapat mengalihkan bahan bakar nuklir untuk senjata atom seharusnya “dapat diterima” oleh Iran dan dapat digunakan sebagai “cara untuk memecahkan masalah.”

“Kami tidak kehilangan optimisme,” kata Putin. “Kami menunggu tanggapan akhir dari perunding Iran dan kami berharap hasil positif.”

Namun seorang anggota parlemen senior Rusia mengungkapkan rasa frustrasinya.

“Sayangnya, Iran sejauh ini belum menunjukkan niat baik yang cukup,” kata Konstantin Kosachev, ketua majelis rendah komite urusan luar negeri parlemen, pada hari Selasa.

Pada hari Selasa, perunding kedua negara menyelesaikan pembicaraan yang tidak meyakinkan selama dua hari di Moskow mengenai inisiatif Rusia. Kepala badan atom Rusia, Sergei Kiriyenko, akan mengunjungi Iran pada hari Kamis untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut.

Surat kabar Rusia pada hari Rabu mengutip para pejabat Iran yang mengatakan Iran tidak siap menerima rencana Rusia karena Teheran bersikeras pada hak untuk melakukan kegiatan pengayaan mereka sendiri.

“Pada tahap ini tidak ada alasan untuk melanjutkan dialog,” harian Vedomosti mengutip pernyataan seorang pejabat yang dekat dengan delegasi Iran.

Perunding utama Teheran, Ali Hosseinitash, menyebut pertemuan Moskow itu “positif dan konstruktif,” namun beberapa orang Rusia menyatakan keprihatinan bahwa Iran menggunakan kompromi yang diusulkan Kremlin untuk mengulur waktu dan menghindari sanksi internasional.

Usulan Rusia, yang didukung oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa, dipandang sebagai kesempatan terakhir untuk meredakan kekhawatiran internasional mengenai dugaan upaya senjata nuklir Iran. Teheran menolak seruan untuk melanjutkan pembekuan pengayaan uranium dalam negeri.

Pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional, bulan ini memutuskan untuk melaporkan Iran ke Dewan Keamanan PBB, yang memiliki wewenang untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran. IAEA mengadakan pertemuan pada 6 Maret untuk membahas masalah ini.

Iran menanggapi keputusan IAEA dengan menegaskan pihaknya telah melanjutkan pengayaan uranium skala kecil dan menangguhkan beberapa kerja sama dengan pengawas nuklir, termasuk mengizinkan inspeksi mendadak terhadap fasilitas nuklir.

Rusia, yang memiliki hubungan kuat dengan Iran, sedang membangun pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di negaranya dan ingin menghindari sanksi serta mendapatkan prestise dengan membantu menemukan solusi.

Tiongkok, yang seperti Rusia menolak tindakan tegas terhadap Iran, pada hari Selasa ikut menyerukan agar Teheran membekukan pengayaan uranium. Kedua negara mempunyai hak untuk memveto sanksi terhadap Teheran sebagai anggota Dewan Keamanan.

Uranium yang diperkaya dapat digunakan sebagai bahan bakar reaktor nuklir atau bahan fisil untuk bom. Iran mengatakan mereka sedang mengembangkan energi nuklir untuk tujuan damai, namun negara-negara Barat khawatir mereka sedang mencari senjata atom.

Togel Singapore Hari Ini

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.