Tersangka teroris diduga mengaku melakukan pengeboman hotel yang mematikan di Indonesia
3 min read
JAKARTA, Indonesia – Polisi sedang menyelidiki pesan Internet yang diduga diposting atas nama tersangka teror terkemuka di Asia Tenggara yang mengaku bertanggung jawab atas pemboman hotel di ibu kota Indonesia hampir dua minggu lalu, kata seorang pejabat pada hari Rabu.
Pesan tersebut, yang dikeluarkan atas nama Noordin Mohammed Top, mengatakan bahwa pemboman di Jakarta dilakukan oleh faksi sempalan dari kelompok militan regional Jemaah Islamiyah yang terkait dengan al-Qaeda. Dikatakan bahwa serangan tersebut, yang menewaskan tujuh orang dan melukai lebih dari 50 orang, menargetkan komunitas bisnis Amerika.
Klik di sini untuk melihat foto.
Video: Klik di sini untuk melihat rekaman keamanan menakjubkan yang menangkap momen ledakan.
Pesan tersebut ditulis dalam bahasa Arab dan Indonesia dan diposting di situs web yang sebelumnya tidak dikenal pada hari Minggu. Seorang pakar terorisme regional mengatakan pernyataan tersebut mirip dengan klaim kelompok ekstremis Muslim sebelumnya dan mungkin saja asli.
Juru bicara kepolisian Sulityo Ishak mengatakan pesan itu adalah bagian dari penyelidikan mereka terhadap ledakan di hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton pada 17 Juli, yang mematahkan jeda empat tahun serangan teror di negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Namun Ishak mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah itu asli atau dapat membantu melacak pelakunya.
Noordin sudah dituduh merencanakan empat serangan sebelumnya di Indonesia yang menewaskan lebih dari 240 orang. Kelompoknya mengaku bertanggung jawab atas salah satu serangan tersebut – yaitu tiga pemboman di Bali pada tahun 2005 – dengan catatan serupa.
“Sangat masuk akal bahwa pernyataan tersebut berasal dari Noordin Top, namun kita tidak dapat mengetahui secara pasti,” kata Jim Della-Giacoma, direktur proyek Asia Tenggara untuk wadah pemikir International Crisis Group. Menariknya, pernyataan itu menyebutkan nama dua orang dekat Noordin yang sudah meninggal, keduanya dibunuh polisi.
Catatan tersebut mengatakan bahwa dua pemboman tersebut dilakukan untuk menghormati Azahari bin Husin, seorang pembuat bom terkemuka Jemaah Islamiyah yang ditembak mati oleh pasukan kontraterorisme pada bulan November 2005, dan Sariyah Jabir, seorang ahli bahan peledak lainnya yang terbunuh dalam serangan pada bulan April 2006 di tempat persembunyian militan di Jawa Tengah.
Orang-orang tersebut diyakini memainkan peran penting dalam pemboman Bali tahun 2002 dan 2005, serangan sebelumnya terhadap JW Marriott pada tahun 2003 dan ledakan di kedutaan Australia pada tahun 2004.
Pesan tersebut menuduh komunitas bisnis Amerika mencuri sumber daya alam Indonesia yang sangat besar untuk melawan Islam, dan mengatakan bahwa pemboman tersebut dilakukan “oleh saudara pejuang suci yang menentang Kamar Dagang dan Industri Amerika” di hotel-hotel.
Di antara para korban pemboman di Jakarta terdapat lebih dari selusin eksekutif bisnis terkemuka dari perusahaan-perusahaan Barat yang sedang menghadiri sarapan mingguan di ruang tunggu JW Marriott ketika ledakan terjadi. Serangan tersebut menewaskan enam warga asing, termasuk tiga warga Australia. Setidaknya enam orang Amerika terluka.
Catatan tersebut diduga ditandatangani oleh Noordin, yang diidentifikasi sebagai “pemimpin Tandzim al-Qaeda Indonesia,” faksi pemberontak Jemaah Islamiyah yang melakukan kekerasan.
Kelompok sempalan Jemaah Islamiyah dianggap sebagai pelaku serangan hotel yang paling mungkin. Sebuah bom yang belum meledak yang ditemukan dari lokasi kejadian menyerupai perangkat yang sebelumnya digunakan oleh kelompok tersebut dan dokumen yang disita dari para anggota menunjukkan bahwa mereka bermaksud untuk mengenai sasaran-sasaran penting di Barat.
Tidak ada tersangka yang ditetapkan secara resmi oleh polisi, namun ribuan poster Noordin dibagikan ke publik. Dia diyakini telah lolos dari penangkapan setidaknya setengah lusin kali dalam tujuh tahun terakhir.
Sebelumnya pada hari Rabu, hotel dibuka kembali untuk tamu di tengah peningkatan keamanan termasuk penggeledahan bagasi. Ledakan tersebut menghancurkan jendela-jendela dan merusak parah lantai dasar hotel, namun bangunannya tetap utuh.
Operasi besar-besaran polisi telah menangkap sejumlah orang yang diduga pendukung Noordin, termasuk seorang wanita yang diyakini sebagai salah satu istrinya, namun perburuan terhadap pelaku utama terus berlanjut. Di antara mereka yang dicari polisi adalah seorang pria yang melakukan rangkaian bunga untuk kedua hotel tersebut. Dia mengundurkan diri pada pagi hari terjadinya ledakan dan tidak terlihat lagi sejak itu.