Pemimpin ‘Memerangi antisemitisme’ menolak seruan ‘gencatan senjata’ di Israel: Hamas ‘hanya ingin menghancurkan’
3 min readBARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!
Perang Israel-Gaza mungkin mengancam akan memicu perasaan anti-Semitisme yang lebih besar di seluruh dunia.
Sacha Roytman Dratwa, CEO Gerakan Antisemitisme Tempur, berbicara kepada FOX News Digital dan membahas dampak serangan mematikan terhadap Israel oleh teroris Hamas yang didukung Iran. Sejak Sabtu, lebih dari 1.600 orang telah tewas, termasuk sekitar 1.000 warga Israel dan setidaknya 14 warga Amerika.
“Kami tahu Hamas tidak menyukai Israel. Kami tahu mereka tidak menyukai kami,” kata Dratwa. “Tetapi kami tidak mengetahuinya, dan kami sangat terkejut dengan permusuhan yang dilakukan para teroris, dengan kebencian yang begitu dalam dan buruk sehingga saya rasa kita di peradaban Barat tidak dapat memahami betapa banyak indoktrinasi yang terjadi di Gaza.”
Dia melanjutkan, “Dan kita diberitahu bahwa mereka mungkin ingin membangun sebuah negara. Namun sekarang kita mendapat pesan yang kuat bahwa Hamas tidak ingin membangun apa pun. Mereka hanya ingin menghancurkan, dan mereka ingin menghancurkan satu-satunya negara Yahudi.”
Protes pro-Palestina diadakan di seluruh dunia sebagai tanggapan terhadap perang Israel-Gaza. (Foto oleh Bryan R. Smith / AFP)
ISRAEL BERPERANG DENGAN HAMAS SETELAH SERANGAN KEJUTAN, SEKITAR 1.000 ISRAEL TEWAS
Namun, sejak serangan tersebut, Israel menghadapi reaksi balik, mulai dari seruan untuk “berhenti-berhenti” oleh anggota Kongres hingga anggapan bahwa negara tersebut bertanggung jawab penuh atas kekerasan tersebut. Protes pro-Palestina juga terjadi di beberapa kota di Amerika Serikat, menyerang negara “apartheid” Israel.
Dratwa menolak kritik ini dan kritik lainnya karena dia tidak memahami situasi yang dihadapi Israel.
“Jadi saya rasa itulah tanggapan saya terhadap ‘stop-stop’. Anda tidak bisa mengharapkan Israel berperilaku berbeda dari negara-negara lain di dunia. Ini adalah standar ganda, dan kami tidak akan bertindak berbeda dari cara Amerika Serikat, Perancis, Kanada, Jerman dan negara-negara lain (akan) menanggapi serangan semacam itu. Kami akan merespons dengan segala cara yang kami miliki dan segala sesuatu yang akan dilakukan oleh negara-negara lain di dunia karena itu adalah hal yang benar untuk dilakukan,” katanya.
Dia menambahkan, “Ini adalah tanggapan saya terhadap mereka yang menyebut Israel sebagai negara apartheid. Saya ingin melihat mereka menjadi orang Yahudi Israel suatu hari nanti dan kemudian memahami situasinya. Saya rasa tidak ada orang yang bisa memahaminya tanpa berada di Israel dan melihat betapa kecilnya negara tersebut.”
Beberapa anggota Kongres menyerukan “gencatan senjata” sebagai tanggapan atas serangan awal Hamas terhadap Israel. (JACK GUEZ/AFP melalui Getty Images)
Meskipun perang ini berdampak paling langsung pada Israel, Dratwa menyatakan keprihatinannya mengenai potensi efek riak yang dapat mendorong reaksi pro-Palestina dan anti-Semit di seluruh dunia.
“Ini adalah ancaman bagi komunitas Yahudi. Komunitas Yahudi selalu terkena dampak dari apa yang terjadi di Israel. Kami melihat gerakan pro-Palestina di seluruh dunia menggunakan kesempatan ini untuk menyerang komunitas, karena gambaran reaksi Israel di Gaza tidaklah mudah. Tidak mudah untuk bekerja di wilayah sekecil itu,” ujarnya.
Pengunjuk Rasa Pro-PALESTINA AUSTRALIA MENYANYIKAN ‘HOST THE JEWS’ SEMENTARA POLISI PERINGATAN ORANG YAHUDI UNTUK MENJAUHI AREA
Dratwa memohon: “Jadi, ya, kita harus menyerukan kepada legislator, walikota, kepala penegak hukum untuk melindungi masyarakat dan tidak membiarkan konflik meledak di jalan-jalan di berbagai negara di seluruh dunia.”
Gerakan Memerangi Antisemitisme telah meluncurkan dana darurat untuk mendukung organisasi bantuan di Israel untuk secara langsung membantu para korban serangan tersebut.

Sekitar 1000 warga Israel telah terbunuh dalam perang Israel-Gaza. (Foto AP/Kin Cheung)
KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS
Dalam sebuah pernyataan, Dratwa mengatakan: “Ini adalah sebuah platform untuk membuat perbedaan praktis di lapangan. Kami menyerukan kepada semua orang yang mempunyai hati nurani yang baik di seluruh dunia yang terkejut dengan kebrutalan mengerikan dari apa yang mereka saksikan pada hari Sabtu dan ingin melakukan bagian mereka untuk membantu Israel mengatasi kesulitan ini untuk memberikan apa yang mereka bisa. Setiap dolar berarti, dan akan membantu upaya bantuan yang sedang berlangsung dalam beberapa hari, tahun, tahun.”
Untuk liputan budaya, media, pendidikan, opini, dan saluran lainnya, kunjungi foxnews.com/media.