Juni 25, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

Pemimpin Irak menginginkan tentara Saddam kembali

3 min read
Pemimpin Irak menginginkan tentara Saddam kembali

Pemimpin sementara Irak telah menyerukan mobilisasi segera tentara lama negara itu untuk membantu Amerika ketika tim penyergapan menyerang sasaran-sasaran Amerika di wilayah tersebut. Sunni (mencari) busur perlawanan di sekitar Bagdad, yang menewaskan dua tentara Amerika.

Amerika Serikat akan “mempercepat proses meringankan beban pasukannya” dengan menarik kembali tentara Irak yang telah dibubarkan, katanya. Iyad Allawi (mencari), presiden saat ini Dewan Pemerintahan Irak (mencari). Ide tersebut mendapat sambutan dingin dari otoritas pendudukan Amerika di Baghdad.

“Saya kira tidak ada banyak orang di luar sana yang ingin bertugas di tentara Irak,” kata seorang pejabat otoritas pendudukan yang enggan disebutkan namanya. Amerika perlahan-lahan membangun kembali tentara Irak yang baru, setelah sejauh ini hanya melatih satu batalion beranggotakan 700 orang.

Para penyerang membunuh dua tentara AS dan melukai yang ketiga dalam bentrokan di luar kota utara Kirkuk (mencari) Sabtu malam. Yang lain meledakkan konvoi yang rusak di kota Fallujah di bagian barat dan memicu ledakan spektakuler dari truk amunisi.

Kematian di Kirkuk menambah jumlah warga Amerika yang terbunuh akibat tembakan musuh menjadi 103 orang sejak Presiden Bush mendeklarasikan diakhirinya pertempuran besar pada tanggal 1 Mei. Sebanyak 338 orang Amerika telah tewas sejak invasi ke Irak tanggal 20 Maret, 217 di antaranya dalam pertempuran.

Dalam serangan di dekat Kirkuk, 160 mil sebelah utara Bagdad, patroli pasukan AS disergap oleh granat berpeluncur roket dan tembakan senjata ringan, kata Mayor Josslyn Aberle, juru bicara Divisi Infanteri ke-4.

Minggu pagi, sekitar 30 mil sebelah barat serangan itu, pasukan AS di dekat Hawija dihantam dengan granat dan tembakan senjata ringan, menewaskan tiga warga Irak ketika mereka membalas tembakan, kata Divisi Infanteri ke-4. Lebih jauh ke barat, dekat Beiji, pasukan AS menahan lima penyerang setelah baku tembak singkat, menurut divisi tersebut.

Di tepi timur Fallujah, 35 mil sebelah barat Bagdad, sebuah truk amunisi Angkatan Darat AS, yang merupakan bagian dari konvoi, mogok di jalan utama dan menyerang pada Minggu pagi, kata komando AS di Bagdad. Truk tersebut dan mungkin dua kendaraan lainnya tampaknya terkena granat berpeluncur roket. Puluhan pemuda Irak menari dan bersorak saat kendaraan terbakar.

“Saya sedang memperbaiki mobil saya di seberang jalan, dan warga Amerika menembak dengan gerakan memutar ketika mencoba menjauh,” kata Thaer Ibrahim (30), yang terluka di bahu akibat tembakan Amerika.

Empat warga sipil lainnya terluka, dan satu orang kemudian meninggal karena luka pecahan peluru, kata Dr. Rafae al-Issawi, direktur Rumah Sakit Umum Fallujah. Di Bagdad, komando AS mengatakan tidak ada korban di pihak AS.

Komando tersebut melaporkan 15 serangan terhadap pasukan koalisi pimpinan AS dalam 24 jam yang berakhir pada Minggu sore, turun dari rata-rata 22 serangan dalam sehari. Kebanyakan dari mereka ditemukan di “Segitiga Sunni”, sebuah wilayah yang didominasi Muslim Sunni yang membentang dari barat Bagdad hingga utara. Daerah tersebut merupakan basis dukungan yang kuat terhadap rezim Partai Baath pimpinan Saddam Hussein.

Para pejabat AS menyalahkan pemberontakan ini sebagian besar dilakukan oleh kelompok garis keras Baath, namun banyak di antara mereka yang percaya bahwa warga Irak lainnya yang membenci kehadiran militer AS telah bergabung dalam serangan tabrak lari tersebut.

Dalam sebuah opini di surat kabar New York Times hari Minggu, Allawi, ketua Dewan Pemerintahan yang beranggotakan 25 orang untuk bulan Oktober, mengatakan keputusan pejabat pendudukan AS untuk membubarkan tentara Irak yang berkekuatan 400.000 tentara setelah berakhirnya perang pada bulan April menciptakan “kekosongan keamanan yang memungkinkan para penjahat, orang-orang biasa dari rezim sebelumnya, untuk berkembang.”

Penting sekali untuk menarik kembali unit-unit tentara Irak sekarang, enam bulan setelah mereka hancur sebelum militer AS-Inggris maju, tulis Allawi. Pemerintah AS tidak banyak berhasil dalam mendapatkan bantuan militer asing dalam jumlah besar di Irak.

Dewan Allawi mengeluarkan pernyataan pada hari Minggu yang mendesak warga Irak “untuk tetap tenang dan mencegah hasutan melanda negara itu.”

Pemerintahan Bush menyerukan negara-negara lain untuk mengirimkan pasukan dan uang guna membantu Amerika Serikat di Irak. Washington berharap bahwa pemungutan suara Dewan Keamanan PBB pekan lalu mengenai resolusi yang disponsori AS mengenai Irak akan mendorong negara-negara untuk berkontribusi.

“Kami akan mengambil dana sebanyak yang kami bisa,” kata Menteri Luar Negeri Colin Powell sebelum konferensi donor yang akan dimulai di Madrid pada hari Kamis.

“Dan saya pikir resolusi tersebut akan mendorong beberapa negara untuk memberikan sumbangan, yang mungkin tidak memiliki dasar untuk memberikan sumbangan sebelum resolusi tersebut disahkan,” katanya di “Fox News Sunday.”

judi bola online

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.