Pejabat tersebut membantah mendengar sinyal Kotak Hitam Air France
2 min read
PARIS – Kapal militer Perancis yang mencari kotak hitam Penerbangan 447 telah mendeteksi suara di kedalaman Atlantik, namun suara tersebut tidak berasal dari perekam penerbangan, kata seorang pejabat Perancis pada hari Selasa.
Pejabat tersebut, yang merupakan asisten menteri Perancis yang membidangi transportasi, Jean-Louis-Borloo, membantah laporan di surat kabar Perancis Le Monde bahwa kapal-kapal Perancis telah menangkap sinyal dari kotak hitam.
Kapal militer Prancis yang mencari di area tempat pesawat jatuh “mendengar suara-suara” tetapi “kotak hitam tidak ditemukan,” katanya. Ajudan tersebut berbicara dengan syarat anonim karena dia tidak berwenang untuk disebutkan namanya secara publik.
Klik di sini untuk foto.
Kedua perekam tersebut, yang merupakan kunci untuk membantu menentukan apa yang terjadi pada pesawat Air France yang jatuh ke laut pada tanggal 31 Mei, hanya akan terus mengirimkan sinyal selama delapan hari atau lebih.
Pesawat Airbus A330 jatuh di Samudera Atlantik setelah dalam perjalanan dari Rio de Janeiro ke Paris di tengah badai petir. Semua 228 orang di dalamnya tewas. Penyebab kecelakaan itu masih belum jelas.
Le Monde mengatakan kapal selam penelitian mini, Nautile, menyelam untuk mencari kotak-kotak tersebut pada hari Senin berdasarkan “sinyal yang sangat lemah” dari perekam penerbangan yang ditangkap oleh kapal-kapal Prancis.
Juru bicara militer Prancis Christophe Prazuck mengatakan dia tidak bisa mengkonfirmasi atau menyangkal laporan Le Monde tersebut. Penyelidik kecelakaan udara Perancis dan pejabat dari lembaga kelautan Perancis yang mengoperasikan kapal selam mini, Ifremer, tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar.
Klik di sini untuk Pusat Konten Kecelakaan Pesawat FOXNews.com.
Para pejabat Brasil dan AS mengatakan hingga Minggu malam, belum ada sinyal dari kotak hitam yang terdeteksi.
Para pencari dari Brazil, Perancis, Amerika Serikat dan negara-negara lain secara metodis memindai permukaan dan kedalaman Samudera Atlantik untuk mencari tanda-tanda keberadaan pesawat tersebut.
Kapal sewaan Perancis menarik area pencarian dengan radius 50 mil (80 kilometer), menarik alat pendengar bawah air Angkatan Laut AS yang terpasang pada kabel sepanjang 19.700 kaki (6.000 meter). Kapal selam Perancis juga sedang melakukan pencarian.
Kotak hitam mengeluarkan suara detak elektronik yang dapat terdengar hingga jarak 1,25 mil (2 kilometer).
Sepuluh dari 50 jenazah yang ditemukan dari penerbangan Air France yang jatuh ke Samudera Atlantik tiga minggu lalu telah diidentifikasi sebagai warga Brasil, kata pemeriksa medis.
Catatan gigi, sidik jari, dan sampel DNA digunakan untuk mengidentifikasi jenazah. Penyelidik sedang meninjau semua sisa-sisa, puing-puing dan bagasi di sebuah pangkalan yang didirikan di Recife, Brasil.