Pantang membuat sperma yang lemah menjadi lebih kuat
2 min read
Sedikit pantangan bisa bermanfaat bagi pria dengan masalah infertilitas.
Sebuah studi baru menunjukkan bahwa sperma dari pria dengan jumlah sperma rendah mencapai puncaknya setelah satu hari pantang dan menurun setelah lebih dari satu hari tanpa hubungan seks.
Mereka mengatakan temuan tersebut menunjukkan bahwa pria dengan jumlah sperma rendah yang menjalani perawatan infertilitas hanya boleh mengumpulkan sampel sperma setelah satu hari pantang.
Namun pria dengan sperma normal yang ingin menjadi donor sperma atau membekukan spermanya untuk digunakan di kemudian hari (cyropreservasi) harus mengambil sampel spermanya setelah tujuh hari pantang.
Baca Web MD “Boxer vs. Celana Pendek: Meningkatkan Jumlah Sperma.”
Baca Web MD “Suplemen Meningkatkan Jumlah Sperma.”
Pantang mempengaruhi Kualitas Sperma
Para peneliti mengatakan lamanya pantangan seksual yang diperlukan untuk mencapai kualitas sperma maksimal merupakan isu yang sering dibicarakan antara dokter dan pasien pria dari pasangan tidak subur.
Sebagian besar klinik kesuburan mengikuti pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mewajibkan pantang dua hingga tujuh hari sebelum mengumpulkan sampel sperma, terlepas dari kualitas awal sperma. Pantang dapat mempengaruhi kualitas sperma—termasuk konsentrasi sperma, persentase sperma normal, dan motilitas—semuanya membantu menentukan tingkat keberhasilan pengobatan infertilitas.
Dalam penelitian yang dimuat di Fertility and Sterility edisi Juni ini, para peneliti mengamati apakah kualitas sperma dipengaruhi oleh durasi pantangan seksual yang diperlukan untuk mencapai kualitas sperma maksimal.
Para peneliti menganalisis lebih dari 9.000 sampel sperma yang dikumpulkan dari lebih dari 6.000 pria dan menemukan bahwa durasi pantang mempengaruhi kualitas sperma secara berbeda pada pria. Periode pantang yang diperlukan untuk mencapai kualitas sperma puncak sangat berbeda antara pria dengan sperma sehat dibandingkan pria dengan jumlah sperma rendah atau masalah kualitas sperma lainnya.
Secara khusus, motilitas sperma (persentase pergerakan sperma) mencapai puncaknya setelah satu hari pantang pada pria dengan masalah infertilitas, namun kualitas sperma secara keseluruhan mulai menurun setelah dua hari pantang.
Di antara pria dengan sperma normal, kualitas sperma secara keseluruhan mencapai puncaknya setelah tujuh hari berpantang dan menurun setelah 10 hari.
Baca Web MD “Untuk hamil lebih cepat.”
Baca Web MD “Menguasai Orgasme Pria.”
Oleh Jennifer Warnerditinjau oleh Brunilda NazarioMD
SUMBER: Levitas, E. Fertility and Sterility, Juni 2005; jilid 83: hlm 1680-1686.