Hamas mengancam tidak ada sandera yang akan dibiarkan ‘hidup’ jika ‘tuntutan perlawanan’ tidak dipenuhi: laporan
2 min readBARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!
Organisasi teror Hamas yang didukung Iran memperingatkan pada hari Minggu bahwa tidak ada sandera yang akan meninggalkan Jalur Gaza hidup-hidup kecuali tuntutan seperti bantuan tambahan ke Gaza dipenuhi, menurut laporan.
“Baik musuh fasis dan kepemimpinannya yang arogan… maupun para pendukungnya… tidak dapat menahan tawanan mereka hidup-hidup tanpa pertukaran dan negosiasi serta memenuhi tuntutan perlawanan,” kata Abu Obeida, juru bicara sayap bersenjata Hamas, dalam siaran televisi yang dilansir Israel Times.
Israel dan Hamas mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara yang mulai berlaku pada 24 November, di mana 110 sandera dibebaskan oleh kelompok teroris tersebut dengan imbalan sekitar 240 tahanan Palestina. Gencatan senjata berakhir dan pertempuran kembali terjadi pada 30 November setelah kedua belah pihak saling menuduh satu sama lain melanggar ketentuan gencatan senjata.
DEPARTEMEN NEGARA MELALUI KONGRES UNTUK MEMBELI PENJUALAN Amunisi TANGKI KE ISRAEL: ‘PERLU UNTUK KEPENTINGAN NASIONAL AS’
Anggota Hamas Palestina mengendarai kendaraan lapis baja yang disita oleh Fatah saat rapat umum perayaan 15 Juni 2007 di Kota Gaza. Hamas secara efektif mengambil alih Jalur Gaza pada 14 Juni 2007. (Abid Katib/Getty Images)
Lebih dari 240 orang, warga Israel dan warga negara asing, diculik ke Gaza pada 7 Oktober oleh teroris Hamas yang melintasi perbatasan dan membunuh 1.200 orang, menurut pemerintah Israel.
Israel menanggapinya dengan pengeboman besar-besaran dan operasi darat dalam misi militer untuk memusnahkan kelompok teroris tersebut.
PBB MENOLAK RESOLUSI YANG MENYERUKAN Gencatan Senjata SEGERA Di GAZA
Orang-orang mengibarkan bendera dan bersorak saat helikopter berisi sandera Israel yang telah dibebaskan mendarat di Petah Tikva, Israel pada 26 November 2023. (Alexi J. Rosenfeld/Getty Images)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu meminta pejuang Hamas untuk menyerah.
“Dalam beberapa hari terakhir, puluhan teroris Hamas telah menyerah kepada pasukan kami,” kata Netanyahu dalam pernyataan di depan kamera, berbicara dalam bahasa Ibrani. “Mereka meletakkan senjatanya dan menyerahkan diri kepada pejuang heroik kita.”
BLINKEN TERKENA ‘BACA’ ISRAELIS SEBAGAI PERINGATAN JOHN MCCAIN TAHUN 2014 TENTANG DIPLOMAT Muncul Kembali

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel harus “memberantas Hamas sepenuhnya.” (Berita FOX/Hannity)
“Ini akan memakan waktu lebih lama, perang sedang berlangsung, tapi ini adalah awal dari akhir bagi Hamas,” tambah perdana menteri. “Saya katakan kepada teroris Hamas: Ini sudah berakhir. Jangan mati demi Sinwar. Menyerahlah sekarang.”
KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS
Kantor Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa Hamas masih menyandera 117 orang serta sisa 20 orang yang tewas dalam tahanan atau selama serangan 7 Oktober. Para militan berharap dapat menukarnya dengan sejumlah besar warga Palestina yang ditangkap oleh Israel.
Dana Karni dari Fox News dan Associated Press berkontribusi pada laporan ini.