Mei 21, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

Aktivis Indonesia melakukan mogok makan untuk memprotes penundaan rancangan undang-undang yang melindungi pekerja rumah tangga

3 min read

BARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!

Para pekerja rumah tangga dan aktivis Indonesia mulai melakukan mogok makan pada hari Senin untuk memprotes keterlambatan parlemen dalam menyetujui rancangan undang-undang yang melindungi pekerja rumah tangga.

Protes puasa dari matahari terbit hingga terbenam berlangsung serentak di ibu kota, Jakarta, dan kota-kota besar lainnya dan akan diadakan setiap hari hingga RUU tersebut disahkan, kata Lita Anggraini dari Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga.

“Aksi mogok makan mencerminkan situasi banyaknya pekerja rumah tangga di negeri ini yang tidak mendapat perlindungan dari pemerintah,” kata Anggraini. “Kami menyerukan kepada para pembuat undang-undang untuk segera mengesahkan RUU perlindungan pekerja rumah tangga menjadi undang-undang. Semakin banyak penundaan, semakin banyak pekerja yang akan mengalami kekerasan dan diskriminasi.”

Di Jakarta, sekitar 40 aktivis puasa dari Aliansi Pekerja DPR duduk di bawah tenda di depan kompleks parlemen. Mereka memegang jam tangan, dot bayi, serbet dan peralatan kebersihan lainnya, serta kalung yang menurut mereka melambangkan tantangan yang dihadapi pekerja rumah tangga di Indonesia.

INILAH KENAPA INDONESIA Pindah Ibu Kotanya – DAN KENAPA SANGAT KONTROVERSIAL

Anggota parlemen pertama kali mengusulkan rancangan undang-undang untuk melindungi pekerja rumah tangga pada tahun 2004 untuk mengatasi masalah diskriminasi, pelecehan dan penghinaan. Sejak itu, hal ini telah diperbarui dan dihapus dari daftar prioritas legislatif setidaknya tiga kali.

Badan legislatif setuju untuk mendukung RUU tersebut dalam sidang penuh pada tahun 2020, tetapi pimpinan DPR menolak menyetujui ratifikasi tersebut, dengan alasan “alasan administratif.”

Seorang aktivis bertopeng meneriakkan slogan-slogan saat protes menuntut parlemen mengesahkan undang-undang untuk melindungi pekerja rumah tangga di luar parlemen pada 14 Agustus 2023 di Jakarta, Indonesia. (Foto AP/Tatan Syuflana)

Presiden Joko Widodo meminta anggota parlemen pada bulan Januari untuk mempercepat pembahasan RUU tersebut karena ia berjanji untuk memberikan perlindungan yang lebih baik kepada 4,2 juta pekerja rumah tangga di negara tersebut. Ia mengarahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk mengoordinasikan upaya memastikan RUU tersebut disahkan tepat waktu.

GROUND DISPLAY INDONESIA TEWASKAN 30 MATI, BANYAK KEMUNGKINAN TERJADI DI RUMAH DALAM PENGUBURAN

“Saya berharap peraturan ini dapat segera diterapkan dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pekerja rumah tangga, majikan, dan agen tenaga kerja,” kata Widodo.

Indonesia memiliki sekitar 4,2 juta pekerja rumah tangga, menurut survei tahun 2015 yang dilakukan oleh Organisasi Perburuhan Internasional dan Universitas Indonesia. Jumlah ini merupakan yang terbanyak di dunia, diikuti oleh India dengan 3,8 juta dan Filipina dengan 2,6 juta.

Pekerja rumah tangga seringkali bekerja berjam-jam tanpa istirahat atau waktu istirahat yang cukup. Mereka tidak memiliki jaminan sosial dan menderita kekerasan serta intimidasi dan isolasi ekonomi, fisik dan psikologis, kata survei tersebut.

Sebanyak 84% pekerja rumah tangga di Indonesia adalah perempuan dan 14% dari jumlah pekerja rumah tangga adalah anak-anak. Mereka seringkali rentan terhadap eksploitasi dan perdagangan manusia. Mereka juga tidak dilindungi undang-undang dan peraturan ketenagakerjaan Indonesia.

RUU ini dikembangkan berdasarkan masukan dari banyak pemangku kepentingan dan mencakup ketentuan bagi pemberi kerja dan agen tenaga kerja, kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga.

KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS

“RUU ini sangat diperlukan. RUU ini akan memberikan payung hukum bagi pekerja rumah tangga dan berdampak secara tidak proporsional terhadap perempuan dan anak-anak,” kata Puspayoga, seraya menambahkan bahwa RUU tersebut akan menetapkan usia minimum bagi pekerja rumah tangga adalah 18 tahun.

DPR meloloskan RUU tersebut pada bulan Maret dan menempatkannya di bawah daftar “RUU baru yang diusulkan”, yang mengindikasikan bahwa RUU tersebut kemungkinan akan diperdebatkan tahun ini. Namun anggota parlemen sejauh ini tampaknya tidak terburu-buru untuk memajukan RUU tersebut.

slot online gratis

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.