Mei 22, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

Remaja pecandu internet di Tiongkok lebih mungkin mengalami depresi

2 min read
Remaja pecandu internet di Tiongkok lebih mungkin mengalami depresi

Remaja yang menghabiskan banyak waktu di Internet memiliki kemungkinan satu setengah kali lebih besar terkena depresi dibandingkan pengguna internet moderat, demikian temuan sebuah penelitian di Tiongkok.

Peneliti Lawrence Lam menggambarkan beberapa tanda penggunaan berlebihan seperti menghabiskan setidaknya lima hingga lebih dari 10 jam sehari di web, kegelisahan ketika remaja tidak berada di depan komputer, dan hilangnya minat dalam interaksi sosial.

“Beberapa orang menghabiskan lebih dari 10 jam sehari, mereka benar-benar pengguna bermasalah dan mereka menunjukkan tanda-tanda dan gejala perilaku adiktif… berselancar di internet, bermain game,” kata Lam, salah satu penulis makalah yang diterbitkan Selasa di Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine.

“Mereka tidak bisa mengalihkan pikiran mereka dari Internet, mereka merasa gelisah jika tidak kembali lagi setelah beberapa saat,” kata psikolog di Fakultas Kedokteran Universitas Notre Dame Sydney dalam sebuah wawancara telepon.

“Mereka tidak ingin bertemu teman, tidak ingin ikut pertemuan keluarga, tidak ingin menghabiskan waktu bersama orang tua atau saudara kandung.”

Penelitian ini melibatkan 1.041 remaja berusia antara 13 dan 18 tahun di kota Guangzhou selatan Tiongkok yang bebas dari depresi pada awal penyelidikan.

Sembilan bulan kemudian, 84 dari mereka dinilai menderita depresi dan mereka yang menggunakan Internet secara berlebihan satu setengah kali lebih rentan dibandingkan pengguna internet moderat.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda yang pada awalnya bebas dari masalah kesehatan mental namun menggunakan Internet secara patologis dapat mengalami depresi sebagai akibatnya,” tulis Lam, yang ikut menulis makalah tersebut bersama Zi-wen Peng di Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Sun Yat-Sen di Guangzhou.

Depresi tersebut bisa jadi disebabkan oleh kurang tidur dan stres akibat persaingan game online, jelasnya.

“Orang-orang yang menghabiskan begitu banyak waktu di Internet akan kehilangan waktu tidur dan merupakan fakta umum bahwa semakin sedikit seseorang tidur, semakin besar kemungkinan terjadinya depresi,” kata Lam.

Lam mengatakan ini adalah studi pertama yang menyelidiki penggunaan Internet secara patologis sebagai kemungkinan penyebab depresi.

Sebuah penelitian sebelumnya menunjukkan depresi sebagai faktor penyebab kecanduan internet, sementara beberapa penelitian lain menunjukkan hubungan antara keduanya tanpa menunjukkan dengan jelas mana penyebab dan akibat.

Lam meminta sekolah untuk menyaring siswanya dari kecanduan internet sehingga mereka dapat menerima konseling dan pengobatan.

slot gacor hari ini

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.