Tiga pangkalan AS diserang di Afghanistan; Tidak ada cedera
2 min read
BAGRAM, Afganistan – Tiga pangkalan AS diserang dengan tembakan dan roket di Afghanistan timur selama akhir pekan, kata militer AS pada Senin. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa.
Pilot helikopter melihat tembakan pelacak di sebuah pos terdepan dekat Lawara, 110 mil barat daya Kabul, saat mendarat dan lepas landas pada Sabtu malam, kata Mayor Angkatan Udara Steve Clutter, wakil juru bicara militer AS di Afghanistan.
Sebuah patroli kemudian menemukan sebuah peluncur roket yang ditujukan ke pangkalan itu, kata Clutter. Tim pembongkaran menghancurkan roket tersebut.
Juga pada Sabtu malam, dua roket 107 mm meledak 500 meter dan 800 meter dari pangkalan AS di dekat Khost. Sebuah peleton yang dikirim untuk menemukan lokasi peluncuran menemukan dan menyita mortir 82mm.
Tiga roket diluncurkan dari sebuah pangkalan di dekat Gardez pada hari Sabtu tetapi gagal mencapai sasarannya, kata Clutter. Sebuah helikopter juga melaporkan melihat pelacak terbakar.
Penyerang biasanya menggunakan pengatur waktu atau kendali jarak jauh untuk meluncurkan roket ke pangkalan AS di Afghanistan, dan pasukan jarang menemukan orang yang bertanggung jawab.
“Sayangnya, kami tidak dapat menghadapi musuh secara langsung,” kata Clutter. “Musuhnya cukup sembunyi-sembunyi; mereka tidak keluar dan menampakkan diri.”
Beberapa pengatur waktu sesederhana kaleng berlubang berisi air. Ketika air habis, ia melengkapi sirkuit listrik dan meluncurkan roket.
sampah dia tidak percaya ketiga serangan itu menandai kebangkitan Taliban atau al-Qaeda.
“Itu cukup sering terjadi. Kami selalu khawatir ketika ada orang-orang jahat di luar sana yang menembaki tentara kami, tapi itu tandanya mereka tahu kami ada di sana dan mereka tahu kami efektif,” ujarnya.
Juga pada hari Senin, para pejabat militer AS membantah klaim para pejabat Afghanistan bahwa sebuah helikopter AS jatuh ketika mencoba mendarat di provinsi timur Kunar. Daerah tersebut adalah salah satu dari beberapa daerah yang disisir oleh pasukan AS untuk mencari buronan Al Qaeda dan Taliban.
Sayed Ahmed Safi, juru bicara pemerintah di Kunar, mengatakan sebuah helikopter AS memotong beberapa cabang pohon dan jatuh, namun pejabat militer AS mengatakan laporan tersebut tidak benar.
Pada hari Jumat, tentara menemukan dua gudang di Khost yang penuh dengan senjata, dan juru bicara militer AS mengatakan bahwa gudang tersebut diyakini milik Bacha Khan Zardran, seorang panglima perang yang diusir dari daerah tersebut bulan lalu. Pada hari Senin, Clutter mengatakan gudang kedua milik seorang komandan lokal yang memiliki hubungan dengan pasukan AS.
Clutter mengatakan senjata yang dapat digunakan dari gudang pertama akan diberikan kepada pejuang Afghanistan yang bekerja dengan pasukan AS.