Tersangka dituduh membunuh petugas Georgia, melukai seorang lainnya ditemukan tewas, kata kepala polisi
2 min read
Pria bersenjata yang dituduh membunuh seorang petugas Georgia dan menyebabkan seorang lainnya dalam kondisi kritis ditemukan tewas pada hari Kamis karena luka tembak yang dilakukannya sendiri, pihak berwenang mengumumkan.
Polisi yang mencari pria tersebut mengepung sebuah rumah di Americus, sekitar 130 mil selatan Atlanta, kata Kepala Polisi Americus Mark Scott. Setelah satu jam mencoba bernegosiasi dengan Minguell Kennedy Lembrick yang berusia 32 tahun, tim SWAT mendobrak pintu rumah dan menemukan Lembrick tewas.
PERBUATAN TELAH DILUNCURKAN untuk narapidana yang melarikan diri yang diduga menikam COP DI SC WALMART
“Pelaku kejahatan keji terhadap penegakan hukum ini tidak ada di sini,” kata Direktur Biro Investigasi Georgia (GBI), Vernon Keenan, seraya menambahkan bahwa polisi dan masyarakat “kini dapat melakukan penyembuhan.”
Sebelumnya pada hari yang sama, pihak berwenang mengatakan mereka menerima telepon dari seorang warga yang mengenal Lembrick dan melihatnya memasuki rumah.
PETUGAS POLISI KAMPUS TEMBAK REMAJA SAAT KONFRONTASI DI SMA NEVADA
Scott mengatakan tidak ada orang lain di rumah itu dan tidak ada indikasi ada orang yang mencoba menampung Lembrick. Tersangka memiliki catatan sejarah kriminal sepanjang 32 halaman, kata Keenan.
Keenan mengeluarkan permohonan langsung kepada Lembrick pada Rabu malam, mendesaknya untuk menelepon 911 dan mengatur untuk menyerahkan dirinya kepada pihak berwenang, Fox 5 Atlanta melaporkan.
Penembakan fatal terjadi pagi itu ketika kedua petugas tersebut menanggapi perselisihan rumah tangga di Americus, kata Scott.
Petugas Polisi Americus Nicholas Smarr, 25, meninggal dan Petugas Universitas Negeri Georgia Southwestern Jodi Smith diterbangkan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, kata Scott. Keduanya menjabat sebagai perwira sejak 2012.
“Ini merupakan kehilangan yang sangat besar bagi keluarga kami,” kata Scott tentang kematian Smarr. “Ini adalah tragedi yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Salah satu anggota keluarga kami telah diambil dari kami.”
Lembrick sudah memiliki surat perintah penculikan dan tuduhan lain terkait insiden rumah tangga sebelumnya, namun petugas tidak tahu dengan siapa mereka berurusan ketika menanggapi panggilan 911, kata Scott kepada wartawan.
Tak lama setelah penembakan hari Rabu, sebuah pesan yang diposting di halaman Facebook Lembrick berbunyi: “nyawa lain hilang, tidak masuk penjara.”
Juga diposting di akun Lembrick adalah video Facebook Live berdurasi empat detik yang menunjukkan seorang pria muda yang sebagian tertutup bayangan berkata, “Aku akan merindukan kalian semua, kawan.” Pesan terakhir di halaman Lembrick berbunyi: “Love youll.”
Ketiga postingan tersebut memiliki stempel waktu Facebook antara 10:13 dan 10:41. Video itu dihapus beberapa jam setelah diposting.
Juru bicara GBI Nelly Miles mengonfirmasi kepada The Associated Press bahwa halaman Facebook itu milik Lembrick.
Associated Press berkontribusi pada laporan ini.