Tentara Israel ditembak mati oleh militan Palestina di Tepi Barat
2 min readSeorang tentara Israel tewas dalam penembakan di wilayah utara Tepi Barat pada hari Selasa, kata tentara Israel, dan mengatakan bahwa pasukan sedang mencari para penyerang.
Ini adalah gelombang terbaru kekerasan Israel-Palestina yang mematikan di wilayah tersebut. Hal ini terjadi beberapa hari setelah seorang tentara wanita Israel terbunuh di sebuah pos pemeriksaan di Yerusalem timur, dan 24 jam setelah seorang anak laki-laki Palestina berusia 12 tahun meninggal karena luka yang dideritanya dalam serangan militer Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Israel telah melakukan penangkapan setiap malam di Tepi Barat sejak gelombang serangan terhadap warga Israel pada musim semi yang menewaskan 19 orang. Sebagian besar kegiatan tersebut difokuskan di Tepi Barat bagian utara.
APA ITU JALUR GAZA?
Tembakan Israel telah menewaskan lebih dari 100 warga Palestina dalam kurun waktu tersebut, menjadikannya tahun paling mematikan di wilayah pendudukan sejak tahun 2015.
Tentara Israel mengatakan sebagian besar korban tewas adalah militan atau pelempar batu yang membahayakan tentaranya. Namun beberapa warga sipil juga tewas dalam operasi Israel yang berlangsung selama berbulan-bulan, termasuk seorang jurnalis veteran dan seorang pengacara yang tampaknya memasuki zona pertempuran tanpa sadar. Pemuda setempat yang turun ke jalan sebagai respons terhadap invasi ke lingkungan mereka juga dibunuh. Setidaknya tiga tentara Israel juga tewas.
Tentara Israel bekerja di dekat lokasi di mana seorang tentara Israel terbunuh oleh tembakan militan Palestina di dekat pemukiman Yahudi Shavei Shomron di Tepi Barat pada 11 Oktober 2022. (Foto AP/Majdi Mohammed)
Israel mengatakan penangkapan itu dimaksudkan untuk membongkar jaringan militan. Palestina mengatakan operasi tersebut telah melemahkan pasukan keamanan mereka sendiri dan bertujuan untuk memperkuat pendudukan militer Israel selama 55 tahun di wilayah yang mereka inginkan untuk menjadi negara merdeka.
Militer mengatakan penembakan hari Selasa itu terjadi di dekat pemukiman Yahudi Shavei Shomron, beberapa kilometer (mil) barat laut kota Nablus, Palestina. Para tentara tersebut dikatakan telah diserang oleh beberapa penyerang di dalam kendaraan yang melarikan diri.
Den of Lions, kelompok militan baru yang dipimpin oleh pejuang muda dari Nablus, mengaku bertanggung jawab.
ISRAEL, MILITAN TEMBAK KE GAZA, JUMLAH KEMATIAN MENINGKAT MENJADI 24
“Sekelompok pejuang heroik kami melakukan operasi kualitatif,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan. “Kami katakan kepada para pemukim yang mengepung kota Nablus dari segala arah, hari ini kita akan lihat siapa yang akan mengepung siapa.”
Sementara itu di Yerusalem, pasukan Israel terus menggeledah kamp pengungsi Shuafat untuk mencari pria bersenjata yang membunuh seorang tentara wanita pada Sabtu malam.
Israel merebut Tepi Barat dalam perang Timur Tengah tahun 1967. Daerah tersebut sekarang menjadi rumah bagi sekitar 500.000 pemukim Israel. Komunitas internasional secara luas memandang pemukiman tersebut sebagai tindakan ilegal dan menghambat perdamaian.
ISRAEL, MILITIAN PALESTINA SETUJU UNTUK Gencatan Senjata di GAZA YANG DISERTIFIKAT OLEH MESIR
Palestina mengklaim seluruh Tepi Barat, bersama dengan Yerusalem Timur dan Jalur Gaza, sebagai negara merdeka di masa depan.