Februari 2, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

Serangan sebelumnya di Turki | Berita Rubah

3 min read
Serangan sebelumnya di Turki | Berita Rubah

Turki telah dilanda serangan teror selama bertahun-tahun, dan pihak berwenang menyalahkan kelompok politik ekstremis, pemberontak Kurdi, dan ekstremis Islam. Berikut adalah daftar beberapa serangan:

— 20 November 2003: Pembom pembunuh meledakkan truk berisi bahan peledak di konsulat Inggris dan sebuah bank di London, menewaskan lebih dari dua lusin orang dan melukai ratusan lainnya. Pemboman teroris terburuk dalam sejarah Turki disalahkan pada al-Qaeda.

— 15 November 2003: Pelaku bom bunuh diri menargetkan dua sinagoga di Istanbul, menewaskan 23 orang. Pihak berwenang Turki menjalin hubungan dengan Al Qaeda.

— 18 Desember 2002: Necip Hablemitoglu, sejarawan Universitas Ankara yang meneliti kelompok Islam, ditembak mati di luar rumahnya. Pihak berwenang mencurigai adanya kelompok ekstremis Islam.

— 10 September 2001: Seorang pembom bunuh diri meledakkan alat peledak di depan kantor polisi dekat alun-alun utama Istanbul, menewaskan dua polisi dan seorang warga Australia. Kelompok Marxis terlarang, Front Partai Pembebasan Rakyat Revolusioner, mengaku bertanggung jawab.

— 21 Oktober 1999: Ahmet Taner Kislali, seorang profesor dan jurnalis Turki pro-sekuler terkemuka, meninggal setelah sebuah bom meledak di mobilnya. Front Perampok Timur Besar Islam mengaku bertanggung jawab.

— 13 Maret 1999: Para penyerang membakar sebuah department store berlantai enam yang ramai di Istanbul, menewaskan 13 orang dalam salah satu serangan paling mematikan di Turki selama bertahun-tahun. Pihak berwenang menyalahkan pemberontak Kurdi.

— 22 Juni 1996: Empat pria bersenjata melepaskan dan melemparkan granat tangan ke pengunjung sebuah restoran luar ruangan, menewaskan enam orang dan melukai 13 orang di dekat kota Diyarbakir di tenggara yang didominasi Kurdi. Pihak berwenang menghubungkan serangan itu dengan pemberontak Kurdi.

— 2 April 1994: Bom meledak di pasar Istanbul, menewaskan dua orang dalam serangan ketiga di tempat wisata populer dalam dua minggu. Serangan sebelumnya, yang melukai delapan orang, diklaim oleh Partai Pekerja Kurdistan, atau PKK.

— 24 Januari 1993: Jurnalis sayap kiri Ugur Mumcu, yang vokal mengkritik militansi Islam, tewas dalam pemboman di Ankara. Tiga kelompok Islam bawah tanah dan separatis Kurdi mengaku bertanggung jawab.

— 7 Maret 1992: Diplomat Israel tewas dan tiga orang terluka dalam pemboman mobil di Istanbul — serangan kedua terhadap orang Yahudi di Turki dalam seminggu. Organisasi Jihad Islam dan Organisasi Pembalasan Islam mengklaim serangan.

— 1 Maret 1992: Pria Yahudi terluka ringan ketika sebuah granat tangan meledak di depan sinagoga Neve Shalom. Kelompok gerilyawan Muslim Syiah yang didukung Iran, Hizbullah, mengaku bertanggung jawab.

— 19 Oktober 1991: Sebuah bom waktu meledak di kantor Partai Tanah Air yang berkuasa dua hari sebelum pemilihan umum, menewaskan dua orang. Kelompok gerilya sayap kiri bawah tanah Dev Sol mengaku bertanggung jawab.

— 20 Juli 1991: Lima bom meledak di Istanbul sebelum kedatangan mantan Presiden George Bush. Dev Sol curiga.

— 16 Maret 1991: Sepuluh bom merusak kantor yang memiliki hubungan dengan AS, beberapa jam sebelum kedatangan Menteri Luar Negeri James A Baker III. Dev Sol mengaku bertanggung jawab.

— 9 Februari 1991: Orang-orang bersenjata di Dev Sol menembak jatuh pegawai militer AS yang bekerja di Pangkalan Udara Incirlik, yang digunakan oleh pesawat tempur AS yang menyerang Irak dalam Perang Teluk Persia.

— Februari hingga Oktober 1990: Empat orang — dua kolumnis terkemuka, seorang pensiunan profesor agama dan seorang ahli hukum Turki — tewas dalam serangan terpisah selama sembilan bulan. Pihak berwenang mencurigai adanya kelompok ekstremis Islam.

— 6 September 1986: Terduga teroris Palestina menembakkan senapan mesin dan melemparkan bom ke arah jamaah di Sinagoga Neve Shalom Istanbul saat salat Sabat, menewaskan 22 orang, serta diri mereka sendiri.

— 19 Juli 1980 : Kelompok bersenjata sayap kiri membunuh mantan perdana menteri Nihat Erim.

— 1 Mei 1977: Saat unjuk rasa May Day di Istanbul, orang-orang bersenjata tak dikenal melepaskan tembakan ke puluhan ribu pengunjuk rasa, menewaskan 37 orang.

Result SGP

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.