Sepuluh orang tewas dalam kekerasan pemilu Kashmir
2 min read
JAMMU, India – Gerilyawan di Kashmir yang dikelola India menembaki aktivis partai berkuasa pro-India pada hari Rabu dan diyakini telah mengebom sebuah bus dalam perjalanan menuju ziarah Hindu pada hari kekerasan yang menewaskan sedikitnya 10 orang, kata polisi dan pejabat rumah sakit.
Serangan-serangan itu terjadi sehari setelah para pemilih pergi ke tempat pemungutan suara pada tahap ketiga dari empat pemilu negara bagian Jammu-Kashmir, yang telah bersumpah akan diganggu oleh kelompok militan separatis dengan mengatakan bahwa pemilu tersebut dicurangi demi kepentingan politisi pro-India.
India pada hari Rabu juga merayakan hari ulang tahun pemimpin kemerdekaannya, Mohandas K. Gandhi, yang berulang kali menyerukan persatuan antara umat Hindu dan Muslim di India. Dia dibunuh oleh seorang fanatik Hindu pada tahun 1948, tak lama setelah pemisahan India dan Pakistan.
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan hari Rabu itu, namun polisi mencurigai adanya militan Muslim.
Dalam serangan pertama, sebuah bom meledak di sebuah bus yang dipenuhi peziarah Hindu setelah bus tersebut meninggalkan Jammu, ibu kota musim dingin negara bagian itu, menewaskan sedikitnya dua penumpang dan melukai 22 lainnya, kata polisi dan pejabat rumah sakit.
Para jamaah sedang dalam perjalanan menuju titik awal ziarah ke kuil dewi kekuasaan Hindu, Vaishno Devi.
Beberapa jam kemudian, lima tentara paramiliter tewas ketika tersangka pemberontak meledakkan alat peledak ketika tentara sedang mengamati jalan untuk mencari ranjau darat di desa Pashtoon, sekitar 40 mil selatan Srinagar, kata seorang pejabat polisi yang tidak mau disebutkan namanya.
Pemungutan suara untuk badan legislatif negara bagian diadakan di daerah ini pada hari Selasa.
Juga pada hari Rabu, tersangka gerilyawan menembak mati tiga aktivis politik dari Partai Konferensi Nasional yang berkuasa di Haihama, sebuah kota kecil sekitar 105 mil sebelah utara Srinagar, kata pejabat itu.
Serangan terhadap bus pada hari Rabu adalah yang kedua dalam beberapa hari yang dituduhkan dilakukan oleh tersangka militan Islam yang berusaha mengganggu pemilihan legislatif negara bagian di negara bagian Himalaya yang disengketakan yang diklaim oleh India dan Pakistan.
Sembilan orang tewas dalam penggerebekan di sebuah bus dekat perbatasan Pakistan di distrik Kathua Kashmir pada hari Selasa, tepat sebelum pemungutan suara untuk putaran ketiga pemilihan dewan negara bagian dibuka.
Enam tentara paramiliter juga tewas dalam ledakan pada hari Selasa.
Para militan telah melancarkan pemberontakan selama 12 tahun demi kemerdekaan dari Kashmir yang dikuasai India atau penggabungannya dengan Pakistan yang mayoritas penduduknya Muslim. Lebih dari 60.000 orang tewas dan ribuan lainnya hilang.