Maret 27, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

Pakistan, India Melakukan Uji Rudal ‘Rutin’

3 min read
Pakistan, India Melakukan Uji Rudal ‘Rutin’

Negara tetangga yang memiliki senjata nuklir, Pakistan dan India, melakukan uji coba rudal roket-demi-tat pada hari Jumat, yang mengancam akan meningkatkan ketegangan di wilayah yang sekali lagi berada di ambang perang.

Beberapa jam setelah Pakistan menguji rudal permukaan-ke-permukaan yang mampu membawa hulu ledak nuklir dan mengenai sebagian besar sasaran di India, New Delhi menguji rudal permukaan-ke-udara yang paling canggih.

Pakistan telah memperingatkan bahwa India mengancam akan meluncurkan perlombaan senjata di Asia Selatan dengan melakukan uji coba pada hari yang sama dengan negaranya.

India menganggap uji coba yang dilakukan Pakistan sebagai aksi publisitas menjelang pemilihan umum pekan depan, yang merupakan pemilu pertama di negara itu sejak militer merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 1999.

Masing-masing negara mempertahankan pengujiannya sebagai hal yang rutin dan memberi tahu negara lain mengenai rencananya terlebih dahulu.

Uji coba tersebut terjadi selama masa tegang antara kedua negara, dengan lebih dari 1 juta tentara dikerahkan di sepanjang perbatasan Kashmir yang disengketakan.

Kedua negara menguji perangkat nuklir bawah tanah pada tahun 1998 dan mengatakan mereka memiliki senjata nuklir di gudang senjata mereka. Namun tidak diketahui berapa banyak negara yang memiliki atau apakah mereka memiliki hulu ledak nuklir untuk dipasang pada rudal mereka.

“India sedang mencoba melakukan perlombaan senjata,” kata Menteri Penerangan Pakistan Nisar Memon.

Namun India mengatakan uji coba rudal Akash dalam negerinya merupakan hal rutin.

“Kami telah menguji berbagai parameter rudal tersebut sejak dua minggu terakhir,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan PK Bandhopadhyaya. “Rudal itu ditujukan untuk pertahanan udara. Rudal itu akan digunakan oleh angkatan darat dan angkatan udara.”

Pakistan mengatakan uji coba tersebut berhasil dan menegaskan bahwa uji coba tersebut tidak dimaksudkan untuk memicu ketegangan dengan India.

“Ini tidak ada hubungannya dengan apa pun, kecuali untuk menguji aspek teknis rudal tersebut,” kata Aziz Ahmed Khan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan.

India sebelumnya menganggap Tes Pakistan sebagai aksi publisitas.

“Ujian khusus ini jelas ditujukan pada pemilihan umum mendatang di Pakistan,” kata Kementerian Luar Negeri India dalam sebuah pernyataan yang dirilis di New Delhi.

Analis militer di Pakistan mengatakan pengujian tersebut adalah bagian dari pola yang berbahaya.

“Kami tidak melakukan sesuatu yang baru. Namun yang disayangkan adalah kedua negara terlibat dalam aksi saling balas ini,” purnawirawan jenderal angkatan darat. kata Talat Masood. “Selama kita berdua terus melakukan hal ini, hal ini tidak akan membantu meredakan ketegangan di kawasan.”

Kepala Institut Kajian Strategis Pakistan, Shireen Mazari, mengatakan eskalasi dapat dengan cepat mengarah pada perang.

“India telah meningkatkan pertaruhannya sampai pada titik berperang. Tidak banyak yang bisa mereka lakukan selain berperang,” katanya.

Rudal balistik yang dimiliki Pakistan memiliki jangkauan hingga 1.320 mil, mampu mengenai sasaran utama mana pun di India. Persenjataan rudal New Delhi sebanding.

Pakistan melakukan uji coba rudal terakhirnya pada bulan Mei sebagai tanggapan atas uji coba India pada bulan Januari.

Hubungan antara Pakistan dan India memburuk setelah serangan terhadap Parlemen India pada bulan Desember. New Delhi menyalahkan militan yang berbasis di Pakistan.

Baik Pakistan maupun India mengatakan mereka menginginkan perdamaian, namun India telah mengerahkan pasukan tambahan ke Kashmir dan kedua negara telah menyiagakan tentara mereka. Kedua negara bertetangga ini telah berperang tiga kali dalam 55 tahun terakhir.

Kedua belah pihak sama-sama mengklaim Kashmir secara keseluruhan. India menuduh Pakistan mempersenjatai dan melatih militan yang ingin Kashmir merdeka atau bersekutu dengan Pakistan.

Pakistan membantah tuduhan tersebut namun mengatakan mereka bersimpati dengan warga Kashmir dan ingin mereka menentukan masa depan mereka sendiri.

Data SGP

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.