Maret 12, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

Mualaf Kristen Afghanistan dibebaskan dari penjara

2 min read
Mualaf Kristen Afghanistan dibebaskan dari penjara

Seorang pria Afghanistan yang dijatuhi hukuman mati karena berpindah agama dari Islam ke Kristen telah dibebaskan dari penjara setelah kasusnya dibatalkan, kata menteri kehakiman pada hari Selasa.

Pengumuman itu muncul setelah Persatuan negara-negara dikatakan Abdul Rahman meminta suaka di luar Afghanistan dan badan dunia tersebut sedang berupaya mencari negara yang bersedia menerimanya.

Menteri Kehakiman Mohammed Sarwar Danish mengatakan kepada The Associated Press bahwa pria berusia 41 tahun itu telah dibebaskan dari fasilitas dengan keamanan tinggi. Policharki penjara di pinggiran Kabul Senin malam.

“Kami membebaskannya tadi malam karena suruh jaksa,” ujarnya. “Keluarganya ada di sana ketika dia dibebaskan, tapi saya tidak tahu kemana dia dibawa.”

Wakil Jaksa Agung Mohammed Eshak Aloko mengatakan kepada AP bahwa jaksa mengeluarkan surat yang meminta pembebasan Rahman karena “dia secara mental tidak sehat untuk diadili.” Dia juga mengatakan dia tidak tahu di mana dia ditahan.

Katanya, Rahman bisa dikirim ke luar negeri untuk berobat.

Beberapa jam sebelumnya, ratusan pendeta, pelajar, dan lainnya meneriakkan “Matilah Umat Kristiani!” dinyanyikan. berbaris melalui Mazar-i-Sharif di Afghanistan utara untuk memprotes keputusan pengadilan pada hari Minggu yang membatalkan kasus tersebut.

“Abdul Rahman harus dibunuh. Islam menuntutnya,” kata ulama senior Faiez Mohammed, dari kota Kunduz di utara. “Orang asing Kristen yang menduduki Afghanistan menyerang agama kami.”

Beberapa ulama Muslim mengancam akan menghasut warga Afghanistan untuk membunuh Rahman jika dia dibebaskan, dengan mengatakan bahwa dia jelas-jelas bersalah karena murtad dan pantas untuk mati.

Rahman (41) ditangkap bulan lalu setelah polisi menemukannya membawa Alkitab. Dia dieksekusi pekan lalu karena dia pindah agama 16 tahun lalu saat bekerja sebagai pekerja bantuan medis untuk kelompok Kristen internasional yang membantu pengungsi Afghanistan di Pakistan. Dia menghadapi hukuman mati berdasarkan hukum Islam Afghanistan.

Kasus ini memicu kecaman di Amerika Serikat dan negara-negara lain yang turut membantu melemahkan kelompok garis keras Taliban rezim pada akhir tahun 2001 dan memberikan bantuan dan dukungan militer kepada presiden Afghanistan Hamid Karzai. Presiden Bush dan tokoh lainnya bersikeras bahwa Afghanistan melindungi keyakinan pribadi.

Juru bicara PBB Adrian Edwards mengatakan Rahman telah mencari suaka “di luar Afghanistan”.

“Kami berharap bantuan ini akan diberikan oleh salah satu negara yang berkepentingan dengan solusi damai atas masalah ini,” ujarnya.

Belum ada negara yang menawarkan suaka kepada Rahman, kata seorang pejabat yang mengetahui kasus tersebut dan menolak disebutkan namanya karena sensitivitasnya.

slot demo

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.