Februari 18, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

Laporan: Hamas terbunuh, puluhan lawannya cacat

3 min read
Laporan: Hamas terbunuh, puluhan lawannya cacat

Sejumlah pria bersenjata yang dicurigai memiliki hubungan dengan pasukan keamanan Hamas di Jalur Gaza menewaskan sedikitnya 32 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya dalam serangan terhadap lawan politik dan orang yang diduga sebagai informan selama dan setelah perang Israel baru-baru ini di wilayah pesisir tersebut, sebuah kelompok hak asasi manusia internasional mengatakan pada hari Senin.

Human Rights Watch yang berbasis di New York telah mendesak penguasa Hamas di Gaza untuk mengakhiri apa yang mereka gambarkan sebagai pola penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan dan eksekusi mendadak oleh kelompok militan Islam tersebut.

Human Rights Watch menggambarkan serangan-serangan itu sebagai pecahnya kekerasan internal terburuk sejak militan Hamas dengan kekerasan menguasai Gaza pada bulan Juni 2007, menggulingkan saingannya dalam gerakan Fatah yang lebih moderat pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang kini hanya menguasai Tepi Barat.

Praktik-praktik semacam itu sebagian ditujukan untuk membungkam perbedaan pendapat di Gaza dan mengejek klaim Hamas untuk menegakkan hukum, kata kelompok itu.

Selama perang, “Otoritas Hamas…mengambil langkah luar biasa untuk mengendalikan, mengintimidasi, menghukum dan terkadang melenyapkan lawan politik internal mereka, serta orang-orang yang dicurigai bekerja sama dengan Israel,” kata laporan itu.

Delapan belas warga Palestina dibunuh oleh Hamas selama perang tiga minggu, yang berakhir pada 18 Januari, dan 14 lainnya tewas setelahnya, kata laporan itu. Selain itu, 49 warga Gaza ditembak di bagian kaki oleh orang-orang bersenjata bertopeng antara tanggal 28 Desember dan 31 Januari, dan 73 orang mengalami patah lengan atau kaki, kata laporan itu, mengutip kelompok hak asasi manusia yang terkait dengan Abbas.

Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum menolak laporan Human Rights Watch dan menyebutnya tidak berimbang. Dia mengatakan Hamas siap menyelidiki keluhan apa pun, dan membantah bahwa kelompok tersebut mengejar lawan politiknya.

Dia mengatakan tersangka kolaborator Israel yang melarikan diri dari penjara pusat Gaza setelah penjara tersebut dihancurkan dalam pemboman Israel pada bulan Desember, dibunuh oleh kerabat orang yang mereka sakiti, bukan oleh pasukan keamanan.

Organisasi hak asasi manusia internasional dan Palestina lainnya memberikan laporan serupa mengenai penembakan dan pemukulan. Fatah juga mengatakan 14 anggotanya di Gaza dibunuh oleh Hamas selama serangan Israel dan lebih dari 160 orang ditembak atau dipukuli di bagian lengan dan kaki.

Human Rights Watch mengatakan tindakan represif juga meningkat di Tepi Barat yang dikuasai Abbas.

Pasukan keamanan Abbas telah menindak Hamas di Tepi Barat sejak militan tersebut merebut Gaza. Tahanan Hamas di penjara-penjara Tepi Barat mengeluhkan penganiayaan, termasuk pemukulan dan diikat dalam posisi yang menyakitkan. Pada bulan Januari dan Februari, satu tahanan meninggal dalam tahanan, dan 31 orang lainnya mengeluhkan perlakuan buruk, kata Human Rights Watch.

Laporan mengenai kekejaman di Gaza didasarkan pada wawancara dengan para saksi dan korban, serta laporan kelompok hak asasi manusia Palestina, kata Human Rights Watch.

Laporan tersebut mengkaji pembunuhan dan penembakan sejak 27 Desember, ketika Israel melancarkan serangan di Gaza yang bertujuan melemahkan Hamas dan menghentikan serangan roket terhadap Israel dari Gaza.

Hamas telah memulai penyelidikan atas empat kematian dan telah memecat serta menahan anggota pasukan keamanan yang terlibat dalam dua pembunuhan, kata Bill Van Esveld, peneliti Human Rights Watch.

“Apa yang belum kami lihat adalah pertanggungjawaban (pembunuhan) kolaborator dan anggota Fatah yang ditembak di kaki,” katanya.

Dalam kasus baru-baru ini yang sedang diselidiki, pria bersenjata berikat kepala dari sayap militer Hamas, Izzedine al-Qassam, dilaporkan menembaki tiga sepupu yang setia pada gerakan Fatah pimpinan Abbas di kota Jebaliya di Gaza pada hari Kamis.

Ketiga pria tersebut masing-masing terkena beberapa peluru di kaki dan masih dirawat di rumah sakit, kata Pusat Hak Asasi Manusia Palestina yang berbasis di Gaza.

Toto SGP

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.