Kim Jong Un mempromosikan saudara perempuannya ke politbiro yang berkuasa di Korea Utara, menurut laporan
2 min readPemimpin Korea Utara Kim Jong Un membuat pernyataan tentang pidato Presiden AS Donald Trump di Majelis Umum PBB. (Kantor Berita Pusat Korea)
Media pemerintah Korea Utara melaporkan pada hari Minggu bahwa pemimpin Kim Jong Un telah mempromosikan saudara perempuannya, Kim Yo Jong, menjadikannya anggota pengganti badan pengambil keputusan utama negara itu, politbiro.
Penunjukan saudara laki-lakinya yang berusia 28 tahun oleh Kim dipandang sebagai langkah untuk lebih mengkonsolidasikan kekuasaannya.
Gambar Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, terlihat di layar TV di Stasiun Kereta Seoul di Seoul, Korea Selatan, 27 November 2014. (Pers Terkait)
Saudari tersebut diyakini akan menggantikan bibi Kim Jong Un, Kim Kyong Hee, yang merupakan pengambil keputusan penting ketika ayah Kim – mendiang Kim Jong Il – memerintah negara tersebut. Reuters melaporkan.
Promosi tersebut diumumkan pada hari Sabtu dalam sebuah pertemuan di mana Kim juga menggambarkan program senjata nuklir Korea Utara sebagai “pencegah yang kuat” yang menjamin kedaulatan negara, lapor Reuters, mengutip laporan media pemerintah.
Kim Yo Jong, wakil direktur propaganda Partai Pekerja yang berkuasa di Korea Utara, dijatuhi sanksi pada bulan Januari – bersama dengan enam pejabat Korea Utara lainnya – oleh Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan AS karena “pelanggaran hak asasi manusia dan aktivitas sensor, . ” Laporan Bloomberg.
Namun saudarinya telah tampil lebih menonjol di depan publik dalam beberapa bulan terakhir, menurut laporan Bloomberg.
“Dia dikenal atas usaha yang dia lakukan dalam setahun terakhir untuk mengidolakan Kim Jong Un,” kata Yang Moo-jin, seorang profesor di Universitas Studi Korea Utara Korea Selatan, kantor berita tersebut melaporkan. “Kim Jong Un memperluas praktik ayah dan kakeknya dalam memberdayakan anggota keluarga.”
Dalam penunjukan lainnya pada hari Sabtu, Kim mempromosikan Kim Jong Sik dan Ri Pyong Chol – dua dari tiga orang di balik program roket terlarang Kim, menurut laporan Reuters.
Dan Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho ditunjuk sebagai anggota penuh politbiro, lapor Reuters.
Pada pertemuan hari Sabtu, Kim Jong Un mengatakan senjata nuklir negaranya adalah “pencegah kuat yang secara tegas melindungi perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea dan Asia Timur Laut” terhadap “ancaman nuklir berkepanjangan dari imperialis AS.”
Laporan mengenai komentar Kim muncul beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa “hanya satu hal yang akan berhasil” dalam negosiasi dengan Kerajaan Hermit, Reuters melaporkan.
Komentar Trump tampaknya mengindikasikan bahwa presiden sedang mempertimbangkan kemungkinan tindakan militer.
Korea Utara telah meluncurkan dua rudal ke Jepang dalam beberapa pekan terakhir dan melakukan uji coba nuklir keenam.