Jurnalis video Reuters Issam Abdallah terbunuh di Lebanon
3 min readBARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!
Seorang jurnalis video Reuters terbunuh di Lebanon pada hari Jumat saat meliput perang yang sedang berlangsung yang dimulai akhir pekan lalu ketika Hamas melancarkan serangan teror terhadap Israel.
“Kami sangat sedih mengetahui bahwa videografer kami, Issam Abdallah, telah terbunuh. Issam adalah bagian dari tim Reuters di Lebanon selatan yang memberikan sinyal langsung. Kami segera mencari informasi lebih lanjut, bekerja sama dengan pihak berwenang di wilayah tersebut, dan mendukung keluarga dan kolega Issam,” kata Reuters dalam sebuah pernyataan.
“Wartawan Reuters Thaer Al-Sudani dan Maher Nazeh juga mengalami luka-luka dan sedang mencari pertolongan medis,” lanjut Reuters. “Pikiran kami tertuju pada keluarga mereka pada saat yang mengerikan ini.”
IBU ISRAEL, VETERAN MENINGGALKAN PERTAHANAN PERBATASAN SEBAGAI BANGSA YANG MENGHADAPI SERANGAN KEJUTAN: ‘SAYA TIDAK PERNAH LAYAK’
Jurnalis Reuters Issam Abdallah terbunuh di Lebanon pada hari Jumat. (issamabdallah/Instagram)
Pembawa berita FOX News Sandra Smith menjadi emosional saat meliput kematian tragis tersebut.
“Kami berdoa untuk keluarganya,” katanya. “Kami berterima kasih padanya atas jurnalismenya, sebuah kehidupan yang berakhir terlalu cepat.”
Pembawa berita FOX News dan editor eksekutif “Special Report” Bret Baier mengatakan kematian Abdallah adalah pengingat akan bahaya yang dihadapi wartawan di zona perang – penderitaan yang masih dirasakan keluarga FOX News.
“Sungguh menyedihkan mendengarnya,” kata Baier di “America Reports.” “Ini adalah contoh betapa berbahayanya meliput zona perang secara umum. Jelas, kami di sini di FOX merasakannya secara langsung bersama Benjamin Hall dan krunya, hilangnya juru kamera Pierre (Zakrzewski) dan serta seorang penerjemah dan pemecah masalah (Oleksandra “Sasha” Kuvshynova).
Associated Press melaporkan pada hari Jumat bahwa sebuah peluru Israel telah mendarat di tengah pertemuan jurnalis internasional yang meliput bentrokan di perbatasan Israel dengan Lebanon. TV Al-Jazeera Qatar mengatakan dua karyawannya, Elie Brakhya dan reporter Carmen Joukhadar, juga termasuk di antara yang terluka, menurut AP.
Korban luka lainnya belum teridentifikasi oleh outlet masing-masing.
‘Berani’: SISWA MENGUTUK SURAT KELOMPOK MAHASISWA HARVARD YANG MEMANGGIL ISRAEL UNTUK MEMBUNUH SENDIRI
Tentara Israel mengambil posisi di sepanjang tembok perbatasan dan pagar dengan Lebanon dari sisi Lebanon di Marwaheen, Lebanon, pada hari Jumat. (AP/Hassan Ammar)
Pada hari Sabtu, teroris Hamas melakukan serangan terburuk tentang Israel dalam 75 tahun sejarahnya, telah menewaskan sedikitnya 1.200 orang, banyak di antaranya warga sipil, dan menyandera lebih dari 150 orang. Israel kemudian menyatakan perang terhadap Hamas, dan banyak yang dengan cepat mencurigai kelompok teroris Hizbullah akan bergabung dengan Hamas.
ISRAEL PERINGATAN WARGA DI GAZA UTARA UNTUK MENINGGALKAN DAERAH DALAM WAKTU 24 JAM: ‘DEMI KESELAMATAN ANDA’
Jurnalis dari seluruh dunia datang ke Lebanon karena khawatir akan terjadi perang antara Hizbullah dan Israel.
Hizbullah mengatakan pihaknya menargetkan pos militer Israel di perbatasan utara pada hari Jumat ketika Israel melancarkan perang melawan kelompok teror Palestina Hamas di selatan. Tentara Israel mengatakan pihaknya membalas dengan tembakan tank dan artileri terhadap tembakan dari Lebanon.
Trey Yingst dari Fox News dan Associated Press berkontribusi pada pembaruan ini.
KLIK UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI BERITA FOX
Untuk liputan budaya, media, pendidikan, opini, dan saluran lainnya, kunjungi foxnews.com/media.