Ilmuwan Nuklir Pakistan Ditangkap | Berita Rubah
2 min read
ISLAMABAD, Pakistan – Dua ilmuwan di laboratorium nuklir terkemuka Pakistan telah ditahan untuk diinterogasi, kata sumber Pakistan, Kamis.
Para ilmuwan nuklir di Laboratorium Penelitian Khan (mencari) ditanyai setelah pengaduan diajukan terhadap mereka, kata seorang pejabat pemerintah dan dua warga Pakistan yang berafiliasi dengan program nuklir negara tersebut. Ketiganya berbicara dengan syarat anonimitas.
Mengonfirmasi laporan di tiga surat kabar Pakistan pada hari Kamis, sumber tersebut mengidentifikasi dua pria yang ditahan sebagai Yasin Chohan dan Mohammad Farooq, mantan direktur jenderal laboratorium tersebut. Farooq juga merupakan mantan ajudan pendiri program senjata nuklir Pakistan, Abdul Qadeer Khan (mencari), yang menamai laboratorium penelitian dengan namanya.
Sumber tersebut menolak menjelaskan keluhan yang diajukan terhadap Chohan dan Farooq, atau dari mana asal keluhan tersebut. Mereka juga membantah berita di surat kabar Nation yang berbasis di Lahore pada hari Kamis yang mengatakan kedua pria tersebut ditanyai tentang dugaan hubungan mereka dengan program nuklir Iran.
Pakistan, sebuah negara yang mempunyai senjata nuklir, dituduh berbagi pengetahuan teknologinya dengan negara lain, namun tuduhan tersebut dibantah keras oleh negara tersebut. KRL adalah laboratorium senjata nuklir utama negara tempat pengayaan uranium, menurut Federasi Ilmuwan Amerika (mencari).
Bekerja dengan Badan Energi Atom Internasional (mencari), pemerintah Iran baru-baru ini setuju untuk menandatangani protokol tambahan pada Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, sebuah langkah lain dalam memenuhi komitmennya untuk memungkinkan inspeksi tanpa batas terhadap fasilitas nuklirnya.
Amerika Serikat mencurigai Iran menjalankan program rahasia untuk membuat bom nuklir, dan IAEA telah mengidentifikasi Rusia, Tiongkok, dan Pakistan sebagai kemungkinan sumber peralatan yang digunakan oleh Iran untuk kemungkinan pengembangan senjata nuklir, menurut para diplomat.
Masood Khan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, mengatakan kedua ilmuwan itu “diinterogasi”, bukan diinterogasi sebagai tersangka. Namun dia menolak membicarakan urusan mereka.
Dalam panggilan telepon terpisah pada hari Kamis, tiga pejabat menolak untuk membahas laporan penahanan dua ilmuwan nuklir di Laboratorium Penelitian Khan di Kahuta, sebuah kota 20 mil tenggara Islamabad.
Dalam laporannya, surat kabar The Dawn di Karachi menyebutkan bahwa Farooq dan Chohan telah hilang dari Khan Research Laboratories selama seminggu.
The Nation mengatakan pasukan keamanan yang menangkap Farooq di rumahnya termasuk orang asing. Dawn mengatakan mereka mungkin agen FBI.