Maret 12, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

Harga emas merupakan penurunan terbesar dalam 13 tahun terakhir

2 min read
Harga emas merupakan penurunan terbesar dalam 13 tahun terakhir

Logam mulia turun tajam pada hari Selasa setelah naik ke level tertinggi baru minggu lalu, dengan emas kehilangan 3,4 persen karena aksi ambil untung dan paladium turun 7,5 persen, kata para pedagang.

Koreksi tidak bisa dihindari setelah terjadi lonjakan harga dalam waktu singkat, namun logam mempunyai potensi untuk menyerang lagi setelah terjadi penembusan, kata para pedagang. Logam mulia telah meningkat lebih dari 10 persen hanya dalam waktu sebulan.

Pada siang hari di New York, melihat emas turun lebih dari $20, atau 3,4 persen, pada $549,80/550,70 per ounce. Dibandingkan dengan penutupan hari Senin di New York sebesar $570,00/570,90.

Pergerakan ini merupakan penurunan dolar terbesar dalam satu hari dalam hampir 13 tahun, menurut grafik Reuters.

“Orang-orang melakukan likuidasi hari ini,” kata seorang pialang emas batangan di New York. “Semua orang gugup karena kami tidak membuat kemajuan lebih lanjut.”

Ketegangan mengenai ambisi nuklir Iran mendorong harga emas ke level tertinggi dalam 25 tahun di $574,60 pada minggu lalu.

“Apakah logam stabil di sini atau turun lebih jauh, sedikit bergantung pada permintaan (fisik),” katanya Wolfgang Wrzesniok-Rossbachkepala pemasaran logam mulia di Heraeus Jerman.

“Kami telah melihat banyak penurunan, tidak hanya pada emas, tetapi juga pada perak dan platinum… Saya pikir koreksi ini hanya bersifat sementara,” katanya, seraya menambahkan bahwa pergerakan emas selanjutnya akan bergantung pada situasi politik di Timur Tengah dan harga minyak mentah.

Minyak turun 3 persen menjadi sekitar $63 per barel di New York karena para pedagang memperkirakan adanya kenaikan lagi dalam persediaan minyak mentah AS yang sudah melimpah, sehingga mendorong kekhawatiran mengenai ekspor minyak Iran ke latar belakang.

Negara-negara Barat menunjukkan kekhawatiran bahwa krisis diplomatik dengan Iran mengenai ambisi nuklirnya dapat menyebabkan negara OPEC tersebut memotong ekspornya sebagai bentuk protes, atau menyebabkan sanksi yang membatasi pengirimannya.

“Ketegangan geopolitik telah membantu mendukung harga (emas), namun sebaliknya pasar tidak memiliki dorongan eksternal,” kata Alan Williamson, kepala riset komoditas di HSBC Bank.

Logam mulia juga melemah pada perdagangan sore karena aksi ambil untung yang meluas. Penurunan dipandang sebagai koreksi yang diperlukan namun tidak serius karena kehati-hatian terhadap short-selling masih berlaku, kata para pedagang.

Matthew Turner, analis di Logam mayamengatakan harga emas telah meningkat lebih dari $100 per ounce dalam tiga bulan terakhir dan koreksi pada tahap tertentu tidak dapat dihindari.

Namun para analis mengatakan emas akan naik lagi hingga mencapai level tertinggi baru.

“Sebagian besar kenaikan emas baru-baru ini didukung oleh sentimen positif investor dalam menghadapi kenaikan harga minyak, kekhawatiran inflasi dan volatilitas geopolitik, dan kami tidak memperkirakan faktor-faktor makro yang mendukung ini akan hilang dalam waktu dekat,” kata Barclays Capital dalam sebuah laporan.

Pada logam mulia lainnya, paladium turun menjadi $286,50/290,50 per ounce. Itu ditutup hari Senin di New York pada $308/312.

Platinum turun menjadi $1,055.50/1,060.50 per ounce, dari sebelumnya $1,068/1,072.

Perak turun menjadi $9,40/9,43 per ounce, dari $9,76/79 pada akhir Senin.

Data SGP

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.