Maret 27, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

Bush, Jiang akan berbicara tentang Korea Utara

3 min read
Bush, Jiang akan berbicara tentang Korea Utara

Perbedaan sering kali mendominasi pertemuan puncak AS-Tiongkok, namun pertemuan hari Jumat antara Presiden Bush dan Presiden Tiongkok Jiang Zemin diharapkan menjadi pertukaran yang bijaksana mengenai keprihatinan bersama terhadap Korea Utara yang memiliki senjata nuklir.

Kedua pemerintah mengatakan mereka tidak ingin melihat Korea Utara terlibat dalam kamp nuklir. Pertanyaan besarnya adalah apakah kedua negara dapat menyepakati strategi bersama untuk mengurangi ancaman yang mereka yakini ditimbulkan oleh program senjata Korea Utara yang baru terungkap.

Perdagangan, Taiwan, Irak dan hak asasi manusia semuanya akan menjadi agenda di peternakan Bush di Texas, namun Korea Utara akan mengalahkan semua isu lainnya.

Kedua pemimpin akan bertemu menjelang konferensi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik akhir pekan ini di Los Cabos, Meksiko.

Para pejabat Amerika mengatakan Tiongkok tidak ingin ada lagi negara yang menyatakan adanya pembangkit listrik tenaga nuklir di perbatasannya, dan baik Amerika Serikat maupun Tiongkok percaya bahwa program nuklir Korea Utara, jika tidak dikendalikan, dapat memicu perlombaan senjata di wilayah tersebut.

Tiongkok lebih blak-blakan dalam mengkritik dibandingkan Amerika Serikat, dengan mengklaim pekan lalu bahwa mereka tidak mendukung negara mana pun yang mengembangkan senjata pemusnah massal.

Jiang, 72 tahun, kemungkinan akan bertemu dengan Bush untuk terakhir kalinya sebagai pemimpin Tiongkok karena ia diperkirakan akan mundur secara bertahap dari kekuasaannya dalam beberapa bulan mendatang. Namun pemerintahan Bush tidak memperlakukannya seperti seekor bebek lumpuh.

Tiongkok sering dianggap sebagai sekutu terdekat Korea Utara, namun Beijing terkadang berselisih dengan tetangganya yang tertutup itu.

Setelah Tiongkok bergabung dengan klub nuklir pada tahun 1964, pemimpin Korea Utara Kim Il-sung meminta bantuan Tiongkok dalam mengembangkan senjata nuklirnya sendiri. Pemimpin Tiongkok Mao Zedong mengatakan tidak.

Don Oberdorfer, pakar Asia di Johns Hopkins School of Advanced International Studies, mengatakan Tiongkok menolak Korea Utara pada tahun 1994 ketika Pyongyang dicurigai melakukan jalur senjata nuklir.

Tiongkok telah mengatakan kepada Korea Utara bahwa mereka tidak akan memveto usulan sanksi terhadap Pyongyang yang sedang dipertimbangkan oleh Dewan Keamanan PBB, kata Oberdorfer.

Pada pertemuan hari Jumat di Crawford, Texas, Bush akan bertanya-tanya seberapa jauh Jiang bersedia menekan Korea Utara agar mengubah arah program senjata nuklirnya.

Sementara itu, Jiang merasa penasaran apakah Bush memiliki rencana perubahan rezim untuk Korea Utara, seperti yang ia lakukan untuk Irak. Oberdorfer mengatakan ada titik dimana Tiongkok tidak akan mendukung kebijakan AS di Korea Utara.

“Jika tujuan pemerintahan Bush adalah pergantian rezim, maka Tiongkok akan sangat menentang hal tersebut,” katanya. “Menyingkirkan senjata adalah satu hal, dan menyingkirkan rezim adalah hal lain.”

Salah satu perbedaan antara Irak dan Korea Utara adalah bahwa Korea Utara lebih bergantung pada pihak luar dibandingkan Irak.

Sebuah laporan baru oleh Heritage Foundation mengatakan bahwa kerentanan harus dieksploitasi.

Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan “harus segera mengakhiri semua bantuan pangan dan bahan bakar ke Korea Utara” dan mendorong Rusia dan Tiongkok untuk melakukan hal yang sama sampai Korea Utara mengambil langkah-langkah untuk menghilangkan program senjata nuklirnya, kata peneliti Heritage Balbina Y. Hwang, Larry M. Wortzel dan Baker Spring.

Pemerintahan Bush mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan pertimbangan politik mempengaruhi sumbangan makanan karena pemberian tersebut membantu warga Korea Utara yang membutuhkan.

Hubungan AS-Tiongkok sedang meningkat, dan Tiongkok baru-baru ini membuat beberapa isyarat persahabatan terhadap Washington dengan melakukan kunjungan persahabatan.

Berharap untuk menangkis kritik terhadap kebijakannya terhadap Tibet, Tiongkok membebaskan seorang biarawati Tibet dari penjara dan menerima perwakilan pemimpin Buddha Tibet di pengasingan, Dalai Lama.

Tiongkok juga telah mengambil beberapa langkah selama dua bulan terakhir untuk meredakan kekhawatiran AS mengenai aktivitas proliferasi senjata nuklir dan biologi Tiongkok.

Taiwan masih menjadi titik lemah dalam hubungan kedua negara. Tiongkok terus menegaskan penolakannya terhadap penjualan senjata AS ke Taiwan. Pemerintahan Bush mengkritik penempatan rudal Tiongkok di Taiwan.

judi bola online

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.