Bintang ‘Lois & Clark’ Dean Cain mengaku penasaran menggunakan AI untuk skrip
3 min readBARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!
Dean Cain melihat sisi baik dan sisi buruk dari kecerdasan buatan.
“AI adalah hal yang aneh,” katanya kepada Fox News Digital. “Saya melihat seseorang seperti Elon Musk (CEO Tesla) yang mengetahui lebih banyak tentang hal ini, dan saya pikir (akan ada) manfaat yang baik dari AI.”
Aktor tersebut mengatakan dia belum mencoba program apa pun yang tersedia, namun tertarik dengan kemampuannya.
“Saya harus memeriksanya suatu saat dan berkata, ‘Saya ingin menulis naskah tentang seorang pria yang sedang berlibur di Spanyol dan bertemu cinta dalam hidupnya, tetapi mereka tidak dapat berbicara satu sama lain karena (mereka) berbicara dalam bahasa yang berbeda. Pergilah,’ dan lihat saja apa fungsinya. Dan jika naskah itu menulis naskah dalam, Anda tahu, 12 detik atau lebih, itu akan membuat saya takjub.
Dean Cain melihat sisi baik dan sisi buruk dari kecerdasan buatan. (Dia Dipasupil/Getty Images untuk New York Comic Con/File)
APA ITU KECERDASAN BUATAN (AI)?
Dia menambahkan: “Saya pikir ini akan menjadi sesuatu yang saya doakan akan menjadi sesuatu yang dapat kita manfaatkan dengan cara yang luar biasa.”
Cain juga bercanda, “Saya harap ini tidak berakhir menjadi ‘The Terminator.’ Dan saya harus menjadi John Connor, meskipun akan menyenangkan menjadi John Connor karena dia masih hidup.”
Komentarnya merujuk pada film fiksi ilmiah klasik “The Terminator” yang dibintangi Arnold Schwarzenegger dan Linda Hamilton. Schwarzenegger berperan sebagai pembunuh sibernetik yang dikirim kembali ke masa lalu untuk membunuh Sarah Connor (Hamilton), yang putranya yang belum lahir, John Connor, akan menyelamatkan umat manusia dari Skynet, kecerdasan buatan bermusuhan yang telah mengambil alih dunia di masa depan pasca-apokaliptik.
Cain bercanda bahwa dia berharap pertumbuhan AI tidak “berakhir menjadi ‘The Terminator’.” (Tara Ziemba/Getty Gambar/File)
KLIK DI SINI UNTUK BERLANGGANAN NEWSLETTER HIBURAN
Bintang “Lois & Clark” itu menyebutkan bahwa AI adalah masalah utama dalam pemogokan yang sedang berlangsung antara serikat aktor, SAG-AFTRA, dan AMPTP serta pemogokan WGA baru-baru ini.
Keanggotaan WGA meratifikasi kontrak baru berdurasi tiga tahun pada hari Senin, dengan 99% anggota menyetujui ketentuannya.
Di situs web mereka, serikat pekerja memaparkan peraturan yang ditetapkan untuk penggunaan AI oleh studio dalam hal penulisan, termasuk bahwa AI tidak boleh menulis atau menulis ulang materi, materi yang dihasilkan AI tidak boleh digunakan untuk “merusak penghargaan penulis atau hak yang dipisahkan”, dan penulis dapat menggunakan AI sesuai aturan perusahaan tetapi tidak dapat diwajibkan untuk menggunakan perangkat lunak dalam pekerjaan mereka.

Anggota SAG-AFTRA ditampilkan secara mencolok. (Benteng / LIHAT, tekan / File)
SEPERTI APA YANG ANDA BACA? KLIK DI SINI UNTUK BERITA HIBURAN LEBIH LANJUT
Bagi para aktor, negosiasi masih dalam tahap pengerjaan, namun kekhawatiran utama adalah hak untuk melindungi kemiripan seseorang agar tidak diduplikasi atau diubah oleh AI.
Bagi Cain, dia tetap berharap namun skeptis terhadap teknologi tersebut.
“Saya tidak terlalu menyukai ‘rumah pintar’. Saya tidak suka, lho, ponsel yang bisa membalas Anda dan hal-hal yang selalu mendengarkan,” ujarnya memberi contoh. “Perangkat pintar memang bisa menjadi hebat (tetapi) itu adalah pedang bermata dua.”

Cain mengungkapkan kekhawatirannya mengenai teknologi “pintar”, dan menyebutnya sebagai “pedang bermata dua”. (Nicole Unik / FilmMagic / File)
KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS
“Jadi…saya berharap kita memanfaatkannya untuk kebaikan, bukan untuk kebaikan, dan itu hanya menjadi alat untuk hal-hal positif,” imbuhnya.
Cain saat ini membintangi film “Condition of Return,” yang tersedia untuk streaming pada tanggal 23 Oktober, dan dia telah menulis dua film yang sedang dalam tahap pasca produksi.