Beberapa serangan besar di Eropa dalam beberapa tahun terakhir
3 min read
LONDON – Sebuah ledakan di gerbong kereta bawah tanah di barat daya London melukai beberapa orang pada hari Jumat ketika seorang penyerang pisau mencoba menyerang seorang tentara di persimpangan kereta bawah tanah Paris. Kedua insiden tersebut sedang diselidiki oleh otoritas kontra-terorisme dan merupakan serangan terbaru di Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Berikut beberapa hal penting lainnya,
—Agustus. 17 Agustus 2017: Serangan van menewaskan 14 orang di Barcelona, sementara satu orang lagi ditusuk hingga tewas oleh penyerang saat ia melarikan diri. Serangan lain di dekat Cambrils sehari kemudian menyebabkan satu orang tewas. Serangan tersebut diklaim dilakukan oleh kelompok ISIS.
—19 Juni 2017: Seorang pria Inggris yang diduga melontarkan komentar anti-imigran dan anti-Muslim mendatangi kerumunan jamaah di luar masjid di London. Satu orang tewas dan sembilan lainnya luka-luka.
—3 Juni 2017: Tiga ekstremis Islam menyerbu kerumunan pejalan kaki di Jembatan London dan kemudian mengamuk dengan pisau di dekat Borough Market, menewaskan delapan orang dan melukai puluhan lainnya.
—22 Mei 2017: Seorang pembom bunuh diri membunuh 22 orang dan melukai puluhan lainnya saat konser Ariana Grande di Manchester Arena di Inggris utara.
—7 April 2017: Seorang pria yang mengendarai truk bir yang dibajak menabrak pejalan kaki di sebuah department store Stockholm, menewaskan empat orang.
—22 Maret 2017: Seorang pria mengendarai SUV sewaannya ke arah pejalan kaki di Jembatan Westminster London, menewaskan empat orang, sebelum menikam seorang petugas polisi hingga tewas.
—Des. 19 Agustus 2016: Sebuah truk yang dibajak melintasi pasar Natal di Berlin, menewaskan 12 orang.
—14 Juli 2016: Seorang pengemudi truk menargetkan orang-orang yang bersuka ria pada Hari Bastille di Nice, menewaskan 86 orang.
—22 Maret 2016: Serangan bunuh diri di bandara dan kereta bawah tanah Brussels menewaskan 32 orang dan melukai ratusan lainnya. Para pelaku terkait erat dengan kelompok yang melakukan serangan sebelumnya di Paris.
– 13 November 2015: Ekstremis yang terkait dengan ISIS menyerang gedung konser Bataclan dan tempat-tempat lain di Paris, menewaskan 130 orang.
— 14 Februari 2015: Seorang pria bersenjata membunuh pembuat film Denmark Finn Noergaard dan melukai tiga petugas polisi di Kopenhagen. Sehari kemudian, pria bersenjata, Omar El-Hussein, menyerang sebuah sinagoga, membunuh seorang penjaga Yahudi dan melukai dua petugas polisi sebelum dia ditembak mati.
– 7-9 Januari 2015: Serangan senjata terhadap kantor majalah satir Charlie Hebdo di Paris dan serangan terhadap toko kelontong halal menewaskan 17 orang. Al-Qaeda di Semenanjung Arab mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan balas dendam atas penggambaran Nabi Muhammad di Charlie Hebdo.
— 24 Mei 2014: Empat orang dibunuh di Museum Yahudi di Brussels oleh seorang penyusup yang membawa Kalashnikov. Terdakwa adalah mantan pejuang Perancis yang terkait dengan kelompok ISIS di Suriah.
— 22 Mei 2013: Dua ekstremis yang terinspirasi al-Qaeda menghabisi tentara Inggris Lee Rigby di jalan London, lalu menikam dan membacoknya hingga tewas.
– Maret 2012: Seorang pria bersenjata yang mengaku memiliki hubungan dengan al-Qaeda membunuh tiga anak sekolah Yahudi, seorang rabi dan tiga pasukan terjun payung di Toulouse, Prancis selatan.
— 22 Juli 2011: Ekstremis anti-Muslim Anders Behring Breivik menanam bom di Oslo dan kemudian melakukan penembakan di kamp pemuda di Pulau Utoya, Norwegia, menewaskan 77 orang, banyak di antaranya remaja.
– 2 November 2011: Kantor Charlie Hebdo di Paris dibom setelah majalah satir tersebut menampilkan sampul karikatur Nabi Muhammad. Tidak ada yang terluka.
– 2 Maret 2011: Ekstremis Islam Arid Uka membunuh dua pilot Amerika dan melukai dua lainnya di bandara Frankfurt setelah terinspirasi oleh video Internet palsu yang dimaksudkan untuk menunjukkan kekejaman Amerika di Afghanistan.
– 7 Juli 2005: Lima puluh dua penumpang tewas di London ketika empat pelaku bom bunuh diri yang terinspirasi al-Qaeda meledakkan diri di tiga kereta bawah tanah dan sebuah bus.
– 11 Maret 2004: Bom di empat kereta komuter Madrid pada jam sibuk pagi hari menewaskan 191 orang.