Anggota parlemen sayap kanan Polandia memicu kemarahan setelah meledakkan menorah dengan alat pemadam kebakaran:
3 min readBARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!
Seorang anggota parlemen sayap kanan di Polandia memicu kemarahan di antara semua kekuatan politik besar pada hari Selasa setelah dia meniup menorah yang menyala dengan alat pemadam kebakaran.
Grzegorz Braun, salah satu anggota parlemen Polandia yang paling kontroversial di parlemen, terlihat meniup lilin di sebuah menorah di gedung parlemen ketika pemerintahan baru yang pro-Uni Eropa mulai bekerja. Kepulan asap, kabut dan bubuk putih memenuhi area tersebut.
Anggota parlemen dengan cepat mengecam tindakan Braun, dengan mengatakan tidak ada toleransi terhadap perilaku anti-Semit di parlemen.
Grzegorz Braun, anggota partai Konfederasi sayap kanan, terlihat setelah menggunakan alat pemadam api untuk mematikan lilin di menorah yang menyala saat perayaan Hanukkah di gedung parlemen di Warsawa, Polandia, pada hari Selasa. (Foto melalui Getty Images)
Ketua parlemen, Szymon Holownia, menyebut tindakan tersebut “benar-benar memalukan” dan mengecualikan Braun dari sesi parlemen hari itu, dan menyatakan harapan bahwa “dia tidak akan segera kembali.” Katanya, dia melapor ke jaksa.
Parlemen juga menjatuhkan hukuman finansial setinggi mungkin kepada Braun, yang memaksanya kehilangan setengah dari gaji tiga bulan dan tunjangan harian selama setengah tahun.
“Polandia adalah rumah bagi semua agama,” kata Holownia.
HARVARD KEHILANGAN DONASI LEBIH DARI $1 MILYAR ATAS ANTISEMITISME, KLAIM MILYARDER ALUM
Insiden tersebut mengganggu hari penting di parlemen Polandia, ketika Perdana Menteri baru terpilih Donald Tusk sedang menyampaikan pidato pengukuhannya. Tusk mengutuk keras tindakan Braun dan menyebutnya “tidak dapat diterima”.
“(Hal itu) tidak boleh terjadi lagi. Sayang sekali,” katanya.
Insiden tersebut menunda mosi percaya terhadap pemerintahannya, dan bahkan kelompok parlemen dari partai Braun mengutuk perilakunya.
Duta Besar AS Mark Brzezinski mentweet: “Saya marah dengan tindakan keji anti-Semit yang dilakukan hari ini oleh salah satu Anggota Parlemen Polandia.”
Insiden itu juga dikecam oleh Gereja Katolik Polandia.
“Saya malu dan saya meminta maaf kepada seluruh komunitas Yahudi di Polandia,” cuit Kardinal Grzegorz Rys, yang memimpin komite dialog dengan Yudaisme.
Braun, seorang anggota partai Konfederasi yang pro-Rusia, di masa lalu telah salah menyatakan bahwa ada rencana untuk mengubah Polandia menjadi “negara Yahudi” dan menyerukan agar homoseksualitas dikriminalisasi.
DUA GADIS REMAJA TERBUNUH DALAM PERTEMPURAN BRUTAL TERHADAP WANITA YAHUDI DALAM DUDAYA KEJAHATAN KEBENCIAN
Rabbi Shalom Ber Stambler, yang memimpin upacara Hanukkah, mengatakan kepada Associated Press bahwa perayaan tersebut berlangsung damai dan baru saja berakhir ketika kekacauan tiba-tiba terjadi.
Magdalena Gudzinska-Adamczyk berbicara kepada media pada hari Selasa setelah Grzegorz Braun, anggota partai Konfederasi sayap kanan, menggunakan alat pemadam api untuk memadamkan lilin di menorah yang menyala di gedung parlemen di Warsawa, Polandia. (Foto melalui Getty Images)
Orang-orang memohon kepada Braun untuk berhenti dan seorang wanita, seorang anggota komunitas Yahudi, mencoba menghentikannya. Asap yang keluar dari alat pemadam kebakaran mengenai wajahnya dan dia kemudian membutuhkan perhatian medis.
Stambler, seorang rabi komunitas Chabad, mengatakan Braun merasa ingin mengganggu hari bahagia banyak orang setelah Tusk terpilih.
KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS
“Seseorang mencoba menghancurkannya,” kata Stambler. “Dan menurut saya dampaknya justru sebaliknya. Sekarang akan ada lebih banyak kesadaran mengenai betapa pentingnya toleransi, betapa pentingnya hal itu.”
Associated Press berkontribusi pada laporan ini.