Juni 25, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

AS memveto kecaman PBB terhadap Israel

3 min read
AS memveto kecaman PBB terhadap Israel

Setelah AS melakukan veto di Dewan Keamanan, Palestina berjanji akan mengadakan pemungutan suara di Majelis Umum PBB mengenai resolusi yang mengecam Israel karena membangun pagar keamanan besar-besaran yang menurut para kritikus pada dasarnya membekukan proses perdamaian Timur Tengah.

Amerika Serikat merupakan satu-satunya negara yang memberikan suara menentang resolusi Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara tersebut pada hari Selasa, meskipun empat negara abstain. Pemungutan suara tersebut dilakukan setelah debat terbuka selama sehari di mana sebagian besar dari 40 negara yang berbicara mengecam Israel karena membangun penghalang tersebut, yang pada akhirnya Tepi Barat (mencari), sebagai perampasan tanah.

Duta Besar AS John Negroponte (mencari) mengatakan resolusi tersebut “tidak seimbang” dan “tidak mencapai tujuan perdamaian dan keamanan di kawasan.”

Amerika Serikat mengusulkan penambahan dokumen tersebut untuk menyerukan semua pihak di Timur Tengah agar membubarkan kelompok teroris. Namun Palestina dan Suriah, yang memperkenalkan rancangan tersebut, menolak perubahan tersebut dan tetap melanjutkan pemungutan suara.

Pengamat PBB Palestina, Nasser Al-Kidwa (mencari), menyesali keputusan AS, dan mengatakan bahwa tidak akan ada proses perdamaian di Timur Tengah selama Israel terus membangun penghalang tersebut.

“Melanjutkan pembangunan tembok ini akan mengakhiri solusi dua negara dan potensi perdamaian di kawasan,” Al-Kidwa memperingatkan. “Ini sangat penting.”

Permintaan tindakan dari Dewan Keamanan muncul seminggu setelah kabinet Israel menyetujui perpanjangan penghalang yang akan menyapu bersih permukiman Yahudi di Tepi Barat.

Sebelum keputusan minggu lalu, penghalang tersebut memiliki jaringan pagar, tembok, kawat berduri dan parit yang sebagian besar berada di garis pemisah Israel-Tepi Barat tahun 1967, yang dikenal sebagai “Garis Hijau,” yang di beberapa tempat membentang beberapa mil ke Tepi Barat hingga mencakup pemukiman Yahudi.

Israel bersikeras bahwa penghalang itu diperlukan untuk mencegah serangan bunuh diri dan dengan demikian menciptakan suasana yang kondusif bagi perundingan perdamaian.

Duta Besar Israel untuk PBB Dan Gillerman (mencari) memuji veto tersebut. Dia mengatakan komunitas dunia harus fokus pada pembom Palestina yang membunuh warga sipil tak berdosa, bukan pada penghalang Israel.

“Tidak ada kebohongan yang berani dan berani seperti kebohongan yang berpura-pura bahwa tindakan Israel terjadi dalam ruang hampa dan bukan sebagai respons terhadap terorisme yang paling kejam dan brutal selama bertahun-tahun,” kata Gillerman.

Al-Kidwa mengatakan Palestina akan mengupayakan sidang darurat Majelis Umum untuk memperkenalkan resolusi serupa. Pengadopsiannya sudah pasti karena tidak ada veto di badan yang beranggotakan 191 orang itu.

Keputusan-keputusan Majelis Umum, tidak seperti keputusan-keputusan dewan, tidak mengikat secara hukum, namun mempunyai bobot simbolis.

Amerika Serikat sering memveto resolusi-resolusi yang didukung negara-negara Arab untuk mengecam Israel karena resolusi-resolusi tersebut tidak memuat kecaman tegas terhadap kelompok-kelompok teroris.

Duta Besar Suriah untuk PBB Fayssal Mekdad, yang negaranya merupakan satu-satunya negara Arab di dewan beranggotakan 15 orang, memperkenalkan rancangan resolusi tersebut pada hari Kamis atas nama Liga Arab yang beranggotakan 22 orang. Setelah pemungutan suara, Mekdad mengatakan veto AS merusak peran Washington dalam upaya perdamaian abadi di Timur Tengah.

“Sejujurnya, citra Amerika Serikat sebagai negara adidaya, sebagai salah satu sponsor proses perdamaian, pasti akan terpuruk,” kata Mekdad.

Empat negara yang tersisa adalah Bulgaria, Kamerun, Jerman, dan Inggris.

Terdapat kecaman yang hampir universal terhadap tembok tersebut selama debat hari itu. Beberapa negara menggambarkannya sebagai tindakan rasis dan kolonialis, serta reaksi berlebihan yang akan mengubah beberapa bagian wilayah Palestina menjadi “penjara terbuka”.

Negroponte menegaskan kembali posisi AS bahwa AS tidak menyukai penghalang tersebut, meskipun ia mengatakan Israel mempunyai hak untuk melindungi dirinya sendiri.

“Kami mendesak Israel untuk hati-hati mempertimbangkan konsekuensi tindakannya,” kata Negroponte. “Kami juga menyerukan kedua belah pihak untuk menghindari tindakan yang memperburuk situasi.”

Setelah pertemuan publik tersebut, Dewan Keamanan menunda pertemuan tersebut dan para diplomat mengatakan Amerika Serikat mengusulkan perubahan. Negroponte menegaskan bahwa setiap resolusi konflik Israel-Palestina harus mengutuk aktivitas teroris yang dilakukan Hamas, Jihad Islam, dan kelompok lainnya.

Negroponte mengatakan Amerika Serikat akan terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut, namun Suriah mendorong dilakukannya pemungutan suara. “Dan dalam situasi seperti ini kami tidak punya pilihan selain memvetonya.”

judi bola terpercaya

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.