Mei 21, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

Ribuan persenjataan yang belum meledak ditemukan di bawah halaman sekolah di Kamboja

2 min read

BARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!

  • Para penghapus ranjau yang memeriksa lokasi sebuah sekolah menengah di Kamboja sebagai persiapan proyek konstruksi baru telah menemukan ribuan persenjataan yang belum meledak.
  • Sekolah Menengah Queen Kosamak akan tetap ditutup karena pihak berwenang di Kamboja mengumpulkan senjata seperti granat, peluru, dan peralatan peluncur roket.
  • Situs ini sebelumnya berfungsi sebagai gudang amunisi pada masa rezim Khmer Merah, ketika perang saudara selama hampir tiga dekade menyebabkan Kamboja dipenuhi jutaan ranjau darat dan senjata lainnya.

Pihak berwenang Kamboja untuk sementara waktu menutup sebuah sekolah menengah atas tempat ditemukannya ribuan bom yang belum meledak akibat perang saudara yang terjadi di negara itu selama hampir tiga dekade.

Amunisi tersebut ditemukan di sekolah di provinsi timur laut Kratie setelah para penambang diundang untuk mencari ranjau darat yang terkubur di kampus tersebut sebelum gedung baru dibangun, kata wakil kepala pendidikan provinsi Chheang Heng. Lebih dari 1.000 siswa belajar di SMA Queen Kosamak.

Situs tersebut merupakan gudang amunisi pada masa rezim Khmer Merah pada tahun 1970an sebelum diubah menjadi sekolah dan semua amunisi diyakini telah disingkirkan, kata Chheang Heng.

2 AKTIVIS ANTI-PEMERINTAH DI KAMBOJA DIKENAKAN KEPUTUSAN RAJA DI MEDIA SOSIAL

Dari Jumat hingga Minggu, 2.116 amunisi dikumpulkan oleh para penambang dari Pusat Pekerjaan Ranjau Kamboja, direktur jenderal badan pemerintah tersebut, Heng Ratana, memposting di Facebook.

Barang-barang tersebut termasuk granat M79, peluru FuzeM48, dan amunisi untuk peluncur roket B40. Foto-foto yang diposting di halaman Facebook-nya menunjukkan barang-barang yang ditutupi tanah berjejer di halaman sekolah.

Heng Ratana mengatakan masih banyak lagi amunisi yang diyakini masih terkubur, sehingga sekolah akan ditutup selama beberapa hari sementara para penambang bekerja mengumpulkan bahan berbahaya tersebut.

Persenjataan yang belum meledak ditemukan di SMA Queen Kosamak di Kamboja minggu lalu. (Pusat Pekerjaan Ranjau Kamboja melalui AP)

“Saya tahu bahwa pada akhir tahun 1970-an, lokasi sekolah ini adalah gudang amunisi besar Khmer Merah, namun saya tidak percaya ada begitu banyak amunisi yang terkubur di bawah tanah,” kata Chheang Heng.

“Berapa banyak korban jiwa jika amunisi ini meledak?” katanya.

Pemerintahan brutal komunis radikal Khmer Merah disalahkan atas kematian sekitar 1,7 juta warga Kamboja akibat kelaparan, penyakit, dan pembunuhan sebelum digulingkan oleh invasi Vietnam.

KOLEKSI PERHIASAN KAMBOJA BERABAD KEMBALI KE NEGARA ASIA TENGGARA

Perang selama tiga dekade akhirnya berakhir pada akhir tahun 1990an, namun menyebabkan Kamboja berserakan dengan sekitar 4 juta hingga 6 juta ranjau darat dan amunisi lainnya.

Sebagian besar telah dibersihkan, namun bahan peledak terus membunuh orang.

Sejak berakhirnya pertempuran, hampir 20.000 orang telah terbunuh dan sekitar 45.000 orang terluka akibat sisa-sisa perang, meskipun rata-rata jumlah korban tewas tahunan telah turun dari beberapa ribu menjadi kurang dari 100 orang.

KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS

Tiga anggota tim penghapusan ranjau lokal terbunuh oleh sisa ranjau tangki pada awal tahun 2022 ketika bekerja di provinsi utara Preah Vihear.

Pemerintah Kamboja bertujuan untuk membersihkan semua sisa ranjau darat dan persenjataan yang belum meledak pada tahun 2025.

Keluaran Hk

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.