Mei 20, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

Arab Saudi Menangkap 701 Militan Terkait Al Qaeda yang Merencanakan ‘Serangan Minyak’

3 min read
Arab Saudi Menangkap 701 Militan Terkait Al Qaeda yang Merencanakan ‘Serangan Minyak’

Arab Saudi, salah satu pemain utama OPEC, telah menangkap lebih dari 700 tersangka militan Islam dalam enam bulan terakhir karena diduga merencanakan serangan terhadap instalasi industri minyak, kata kementerian dalam negeri pada hari Rabu.

Sebanyak 701 militan dari berbagai negara ditangkap dalam beberapa gelombang, namun 181 orang kemudian dibebaskan karena tidak ada bukti yang menghubungkan mereka dengan jaringan teror, menurut pernyataan kementerian yang disampaikan oleh kantor berita resmi Saudi. 520 sisanya masih ditahan, tambahnya.

Pasukan keamanan “melakukan beberapa operasi terhadap pengikut ideologi menyimpang dan menangkap total 701 orang dari berbagai negara,” kata juru bicara kementerian seperti dikutip Saudi Press Agency.

Referensi dalam pernyataan tersebut untuk “kelompok menyimpang” dan “ideologi menyimpang” adalah eufemisme Saudi untuk al-Qaeda dan simpatisannya.

Riyadh telah melaporkan penangkapan sejumlah besar militan di masa lalu, termasuk mereka yang terkait dengan al-Qaeda, namun angka yang dirilis pada hari Rabu adalah yang tertinggi.

Al-Qaeda di masa lalu menyerukan serangan terhadap pemerintah Saudi, mengkritik aliansinya dengan AS dan berharap dapat mengganggu aliran minyak ke Barat. Kelompok ini juga menyebut pemerintah Saudi tidak Islami, meskipun kerajaan tersebut menganut aliran Islam ketat yang dikenal sebagai Wahhabisme.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Tom Casey mengatakan laporan penangkapan tersebut merupakan indikasi bahwa “masih banyak lagi” yang perlu dilakukan untuk memerangi terorisme di seluruh dunia.

“Ini hanyalah indikasi lain bahwa al-Qaeda dan kelompok teroris masih ada dan tetap menjadi tantangan, tidak hanya bagi Amerika Serikat dan Arab Saudi, tetapi juga bagi kawasan yang lebih luas dan, sungguh, bagi dunia,” kata Casey.

Kementerian mengatakan polisi menemukan uang, senjata dan amunisi milik para tersangka, yang mengubur sebagian di daerah terpencil. Orang-orang dari wilayah termasuk Afrika dan Asia diorganisasikan ke dalam berbagai sel, yang pemimpinnya berbasis di luar Arab Saudi, tambah pernyataan itu.

Salah satu pria tersebut rupanya ditemukan membawa pesan dari nomor Al-Qaeda. Pemimpin kedua, Ayman al-Zawahri, mendesaknya untuk mengumpulkan dana dan mengatakan kelompok teroris tersebut akan memasok militan dari Irak, Afghanistan dan Afrika Utara “untuk menargetkan instalasi minyak dan melawan pasukan keamanan.”

Pernyataan itu mengatakan beberapa militan merencanakan serangan bom mobil terhadap instalasi minyak dan target “keamanan”, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut. Pada bulan Februari 2006, dua kendaraan bermuatan bahan peledak berusaha memasuki kompleks minyak Abqaiq, fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia, di Arab Saudi bagian timur. Namun penjaga melepaskan tembakan dan kendaraan meledak tanpa merusak fasilitas tersebut.

Kementerian mengatakan beberapa tersangka yang ditangkap tahun ini berusaha mencari pekerjaan di instalasi minyak di Arab Saudi bagian timur, yang menyimpan banyak cadangan minyak mentah eksportir minyak mentah terbesar dunia.

“Sel-sel yang dibongkar dan dijalankan dari luar negeri terutama menargetkan sasaran ekonomi di negara tersebut,” yang merupakan produsen minyak terbesar kedua di dunia dan eksportir terbesarnya, kata juru bicara kementerian tersebut kepada Saudi Press Agency.

Pria lain yang ditangkap sedang mencoba mengumpulkan uang di pusat minyak Yanbu di bagian barat Saudi, tempat para penyerang menyerbu kantor sebuah perusahaan minyak yang berbasis di Houston pada tahun 2004.

Beberapa tersangka militan juga mencoba merekrut warga Saudi “dengan menyebarkan propaganda menyesatkan di Internet” dan melemahkan ulama yang ditunjuk pemerintah, kata kementerian tersebut.

Arab Saudi, tempat kelahiran pemimpin al-Qaeda Usama bin Laden, telah melancarkan kampanye agresif melawan militan selama lima tahun terakhir, dan pasukan keamanannya telah berhasil membunuh atau menangkap sebagian besar orang yang masuk dalam daftar loyalis al-Qaeda yang paling dicari di negara tersebut.

Pada bulan April 2007, Arab Saudi mengumumkan salah satu operasi anti-terorisme terbesarnya, yang menjaring 172 ekstremis Islam. Penangkapan tersebut menghentikan rencana melancarkan serangan udara terhadap kilang minyak kerajaan, memenjarakan militan, dan mengirim pelaku bom bunuh diri untuk membunuh pejabat pemerintah.

Associated Press dan AFP berkontribusi pada laporan ini.

Data SGP

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.