Aktivis Israel bertujuan untuk memberikan tanggapan internasional terhadap penggunaan pemerkosaan dalam perang oleh Hamas
2 min readBARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!
Seorang aktivis hak-hak perempuan Israel mengatakan pada acara “Sunday Night in America with Trey Gowdy” bahwa kekerasan seksual yang digunakan oleh Hamas sebagai senjata perang harus dikutuk secara universal.
“Saya pikir ini memalukan,” kata Moran Zer Katzenstein kepada Gowdy tentang kekejaman yang dilakukan Hamas sejak 7 Oktober.
“Saya pikir kita semua perlu tahu bahwa tubuh perempuan digunakan sebagai senjata,” kata Zer Katzenstein.
“Inilah alasan mengapa kita semua harus menarik garis merah dan mengatakan bahwa ini bahkan bukan bagian dari isu politik. Anda tidak bisa membiarkan tubuh perempuan digunakan sebagai (a) senjata, dan ini adalah harapan kami terhadap organisasi perempuan dan organisasi hak asasi manusia, dan mereka telah gagal dalam bidang ini.”
DOKTER YANG Rawat Sandera Hamas yang Dibebaskan Mengungkapkan Penyalahgunaan yang Belum Terbangun: ‘KAMI PERLU MENULIS ULANG BUKU PELAJARAN’
Gowdy mengajukan pertanyaan apakah Hamas dapat menunda pembebasan semua sandera perempuan karena takut akan “cerita” yang akan diceritakan oleh para sandera perempuan tersebut jika dibebaskan.
Seorang wanita memegang bendera Israel dan potret Alma yang berusia 13 tahun, yang disandera di Gaza sejak serangan militan Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober, selama protes yang menyerukan pembebasan sandera Israel di Tel Aviv pada 25 November 2023. (GIL COHEN-MAGEN/AFP melalui Getty Images)
“Mungkinkah mereka menahan sandera perempuan karena tidak ingin dikritik lebih lanjut mengenai hal ini?” tanya Gowdy.
“Peristiwa 7 Oktober tidak berakhir pada 7 Oktober,” jelas Zer Katzenstein, seraya mengisyaratkan bahwa pemerkosaan dan bentuk kekerasan seksual lainnya masih dilakukan oleh Hamas.
Dia menambahkan, “Alasan mereka tidak ingin melepaskan para wanita ini adalah karena mereka tidak ingin mereka membicarakan apa yang terjadi pada mereka.”
Gowdy mencatat “dalam jumlah yang luar biasa besarnya apa yang kami sebut sebagai paham kedua belah pihak,” menunjuk pada keengganan beberapa politisi Amerika untuk mengutuk tindakan Hamas.
TERORIS HAMAS SANDERA ANAK-ANAK ISRAEL KALAU MEREKA KELARIKAN, KATA RELATIF
Zer Katzenstein, pendiri organisasi hak-hak perempuan Bonot Alternativa, menekankan kebutuhan universal untuk melindungi perempuan terlepas dari afiliasi politiknya.
Tubuh perempuan tidak dapat digunakan untuk melawan perempuan atau sebagai bagian dari perang, dan kita semua harus menarik garis ini. Jika tidak, itu berarti ketika orang lain berada di zona konflik, itu bisa menjadi norma, dan kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi, kata Zer Katzenstein.
Banyak organisasi hak-hak perempuan mendapat kritik dalam beberapa pekan terakhir karena tidak bersuara mengenai pemerkosaan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh teroris Hamas.
KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS