Admin Biden mengatakan tidak ada ‘bukti spesifik’ Iran yang terkait langsung dengan serangan Hamas terhadap Israel: ‘keterlibatan luas’
3 min readBARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!
Seorang pejabat senior Gedung Putih pada hari Rabu membela tanggapan pemerintahan Biden terhadap Iran, sekaligus mengakui “keterlibatan luas” Teheran dalam serangan Hamas terhadap Israel.
John Kirby, koordinator Komunikasi Strategis Dewan Keamanan Nasional, juga mengatakan sejauh ini tidak ada informasi intelijen yang secara langsung mengaitkan Iran dengan serangan hari Sabtu itu.
“Tidak ada seorang pun yang menutup mata terhadap perilaku destabilisasi Iran,” kata Kirby. “Kami jelas menyadari bahwa ada keterlibatan luas di pihak Iran, maksud saya, karena dukungan jangka panjang terhadap Hamas. Hamas tidak akan bisa berfungsi sama sekali jika bukan karena dukungan rezim Iran. Namun kami belum melihat bukti spesifik yang memberi tahu kami bahwa mereka secara sadar terlibat dalam perencanaan atau terlibat dalam pelatihan kompleks yang dilakukan sebelum serangan dan kompleksnya serangan akhir pekan ini.”
Koresponden Fox News Gedung Putih Jacqui Heinrich mendesak Kirby tentang bagaimana pemerintahan Biden akan mendefinisikan “hubungan langsung” antara serangan Hamas terhadap Israel dan Iran. Sebagai tanggapan, Kirby mencatat apa yang dikatakan penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan kepada wartawan pada hari Selasa.
“Kami belum melihat apa pun yang memberi tahu kami bahwa mereka secara spesifik mengetahui tanggal dan waktu, metode yang mereka gunakan, dan mengetahui hal itu. Kami belum melihat apa pun yang memberi tahu kami bahwa mereka secara khusus melakukan pemeriksaan untuk mendukung serangkaian serangan ini atau bahwa mereka terlibat dalam pelatihan dan itu jelas memerlukan banyak pelatihan dari para teroris ini atau bahwa mereka terlibat dalam segala arah operasi,” kata Kirby, Rabu. “Kami juga belum selesai sampai di sini. Kami akan terus melihat aliran intelijen dan melihat apakah hal ini membawa kami pada kesimpulan yang berbeda. Yang bisa saya lakukan hanyalah jujur kepada Anda tentang kesimpulan yang kami ambil hari ini, dan kami belum melihatnya.”
GEDUNG PUTIH bungkam terhadap kesepakatan nuklir IRAN setelah klaim membantu Teheran merencanakan serangan terhadap Israel
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby berhenti sejenak ketika ditanyai pertanyaan dalam pengarahan harian di Gedung Putih di Washington, DC, Rabu. (Foto AP/Susan Walsh)
“Apakah pemerintah menganggap Iran tidak terlibat pada saat ini?” tanya Heinrich. “Saya kira pertanyaan saya adalah, bagaimana kita bisa tahu bahwa hal ini sudah direncanakan selama lebih dari satu tahun dan dalam beberapa hari saja kita bisa mengatakan bahwa Iran tidak berada di belakangnya?”
“Karena itulah yang kami pikirkan,” jawab Kirby. “Sekali lagi, kami tidak melihat bukti, bukti spesifik bahwa Iran terlibat langsung dalam serangkaian serangan tersebut.”
“Begini, kami akan terus mengkajinya. Kita belum selesai membahas hal itu. Kami akan terus mengkajinya. Namun di situlah kita berada sekarang,” tambahnya.
Hal ini terjadi ketika mantan Presiden Donald Trump dan tokoh lainnya mengkritik perjanjian pertukaran tahanan senilai $6 miliar dengan Iran yang dilakukan pemerintahan Biden dan menyerukan AS untuk menarik dana tersebut.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre berbicara kepada wartawan saat pengarahan harian dengan juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby di Gedung Putih di Washington, DC.
DEMOKRAT BERGABUNG DENGAN TEKANAN REPUBLIK TERHADAP PEMERINTAHAN BIDEN UNTUK MEMBEKUKAN KEMBALI ASET IRAN senilai $6 MILYAR
Dalam konferensi pers Gedung Putih sebelumnya, Kirby mengulangi kepada wartawan bahwa Iran “mendukung Hamas dan Hizbullah serta jaringan teroris lainnya.”
“Hamas adalah salah satu jaringan teroris yang paling terkena sanksi di dunia, terutama karena apa yang kami lakukan di Amerika untuk menargetkan mereka,” katanya.
Sejak awal pemerintahan Biden, Kirby mengatakan AS telah memberikan sanksi kepada lebih dari 400 entitas dengan lebih dari 40 rangkaian sanksi berbeda, termasuk 30 sanksi pada tahun lalu saja. Ia juga menekankan bahwa pemerintahan Biden telah meningkatkan kehadiran militer AS di kawasan Teluk karena serangan terhadap pelayaran.

Warga Palestina berjalan melewati puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Gaza pada hari Selasa. (Foto AP/Hassan Eslaiah)
KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS
“Kami telah menambahkan sanksi tambahan karena dukungan mereka terhadap Rusia dan fakta bahwa mereka terus memberikan drone dan teknologi kepada Putin sehingga dia dapat membunuh warga Ukraina yang tidak bersalah. Dan sekarang kami telah menambahkan kemampuan militer kami. Kami telah menambahkannya dari perspektif angkatan laut di Timur (Mediterania),” kata Kirby.