Warga Bosnia memprotes kekerasan gender setelah pembunuhan yang disiarkan langsung di Instagram
2 min readBARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!
Ribuan warga Bosnia turun ke jalan pada hari Senin untuk menuntut pihak berwenang bertindak untuk mengekang kekerasan terhadap perempuan setelah seorang pria menembak dan membunuh mantan istrinya minggu lalu saat menyiarkan pembunuhan tersebut secara langsung di Instagram.
Demonstrasi digelar serentak di beberapa kota Bosnia. Di ibu kota Sarajevo, sekelompok besar orang berjalan melalui pusat kota untuk mendorong lebih banyak perlindungan bagi perempuan, perjuangan melawan konten media yang berisi kekerasan, dan kontrol atas pekerjaan polisi dalam kasus-kasus kekerasan.
Para peserta membawa spanduk bertuliskan: “Diam adalah persetujuan”, “Kami tidak akan hidup dalam ketakutan” atau “Hentikan pembunuhan terhadap perempuan”. Para pengunjuk rasa di Sarajevo membentangkan spanduk besar bertuliskan “Sarajevo menentang kekerasan,” yang menggemakan slogan protes jalanan selama berbulan-bulan di negara tetangga, Serbia.
“Hari ini, Sarajevo mengatakan tidak terhadap kekerasan dan menunjukkan dukungan kepada semua korban kekerasan,” kata Walikota Benjamina Karic, yang berada di garis depan para pengunjuk rasa.
Menteri Hak Asasi Manusia Bosnia, Sevlid Hurtic, menyerukan perubahan hukum untuk memungkinkan hukuman berat bagi kekerasan terhadap perempuan dan pembunuhan terhadap perempuan.
RUSIA TARGET KOTA ODESA DENGAN LEMAK DAN KEHORMATAN; UKRAINA BILANG TEMBAK MEREKA SEMUA
Warga Bosnia sangat marah dengan laporan bahwa perempuan yang dibunuh di kota timur laut Gradacac pada hari Jumat telah melaporkan pelecehan dan kekerasan kepada pihak berwenang, dan bahwa penembaknya memiliki catatan polisi.
Pria itu memposting video di Instagram pada Jumat pagi, memberi tahu pemirsa bahwa mereka akan melihat pembunuhan secara langsung. Video kemudian menunjukkan dia mengambil pistol dan menembakkan peluru ke dahi seorang wanita sementara tangisan seorang anak terdengar dari suatu tempat di dekatnya. Video itu kemudian dihapus dari Instagram.
Ribuan orang di Bosnia memprotes kekerasan setelah seorang pria menyiarkan langsung pembunuhan mantan istrinya di Instagram. (Berita Rubah)
Penembak, yang diidentifikasi sebagai warga Gradacac, Nermin Sulejmanovic, juga membunuh dua orang lagi dan melukai tiga lainnya sebelum bunuh diri. Media Bosnia mengatakan Sulejmanovic, 35, adalah seorang binaragawan dan pelatih kebugaran yang sebelumnya pernah ditangkap atas tuduhan penyelundupan narkoba dan penyerangan terhadap seorang petugas polisi.
Korbannya, Nizama Hecimovic, dimakamkan di Gradacac pada hari Senin; beberapa ribu orang menghadiri pemakamannya.
Kekerasan terhadap perempuan tersebar luas di Bosnia dan wilayah lain di Balkan, dimana masyarakatnya mayoritas konservatif dan didominasi laki-laki. Wilayah ini juga masih belum pulih dari serangkaian konflik berdarah pada tahun 1990an setelah pecahnya negara bekas Yugoslavia.
KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS
Bosnia masih mengalami ketegangan etnis dan kemiskinan setelah konflik tahun 1992-95 yang menewaskan 100.000 orang. Di Serbia, dua penembakan massal pada bulan Mei memicu demonstrasi jalanan yang menyerukan diakhirinya budaya kekerasan yang dipicu oleh media arus utama dan pejabat.