Ledakan di Indonesia menewaskan sedikitnya 22 orang
3 min read
TENTENA, Indonesia – Dua bom meledak di sebuah pasar yang ramai di sebuah kota yang mayoritas penduduknya beragama Kristen di Indonesia tengah pada hari Sabtu, menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai 40 lainnya, kata polisi. Ledakan itu terjadi dua hari setelah ancaman keamanan yang tidak dijelaskan secara spesifik mendorong Amerika Serikat menutup kantor diplomatiknya.
Ledakan yang terjadi dalam waktu 15 menit satu sama lain merobohkan makanan yang berdiri di dalamnya Sulawesi (cari) kota pulau Tentena (mencari). Para saksi mata mengatakan banyak korban datang untuk membantu mereka yang terluka dalam ledakan pertama, namun mereka terbunuh oleh ledakan kedua yang lebih besar yang meninggalkan lubang sedalam 3 kaki. Ledakan tersebut juga merusak bank, gereja, dan kantor polisi.
Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas pemboman di pasar daging dan hasil bumi Wakil Presiden Jusuf Kalla ( pencarian ) mengatakan mereka tidak terkait dengan kekerasan sektarian yang sedang berlangsung antara Muslim dan Kristen.
“Itu dilakukan teroris bukannya melawan faksi Islam dan Kristen,” kata Kalla tanpa memberikan bukti. Motif pelaku mengganggu situasi keamanan di Poso.
Polisi menjaga lokasi bom pada hari Minggu, di mana mayat-mayat masih berserakan di antara buah-buahan dan sayuran.
“Mayat ada dimana-mana. Ada yang kehilangan kaki atau lengannya,” kata Eman Longkar yang menyaksikan ledakan tersebut.
Seorang pendeta Kristen dan seorang anak laki-laki berusia 3 tahun termasuk di antara korban tewas, kata polisi.
Lebih dari 90 persen dari 210 juta penduduk Indonesia adalah Muslim. Sulawesi Tengah merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, namun Sulawesi Tengah mempunyai populasi Muslim dan Kristen yang setara.
Tentena, lokasi pengeboman pasar, berjarak 35 mil dari Poso, tempat pertempuran antara Muslim dan Kristen merenggut sedikitnya 1.000 nyawa pada tahun 2000-2002.
Rinaldy Damanik, ulama Kristen dan pimpinan Sinode Gereja-Gereja Sulawesi Tengah, juga mengesampingkan keterlibatan kelompok lokal.
“Ledakan yang terjadi berbeda dengan apa yang terjadi di sini pada masa lalu,” katanya. “Ini tidak ada hubungannya dengan konflik sektarian. Ini adalah perbuatan teroris tidak beradab yang tidak ingin melihat perdamaian di wilayah ini.”
Pihak lain berhati-hati agar tidak menimbulkan ketegangan yang sudah mendalam.
“Orang-orang Kristen di sini tidak ingin membalas dendam,” Sersan polisi. sumon roof “Kami masih belum tahu siapa yang melakukannya.”
Polisi kemudian menemukan bom yang belum meledak di luar gereja terdekat, kata Bupati Poso Andi Asikin Suyuti.
Pada bulan Januari, polisi menemukan 60 bom rakitan di sebuah rumah kosong di Poso, dan pejabat keamanan tahun lalu menyalahkan kelompok Jemaah Islamiyah yang memiliki hubungan dengan al-Qaeda atas serangan yang menewaskan sedikitnya 12 umat Kristen.
Amerika Serikat pada hari Kamis menutup kedutaan dan kantor diplomatiknya – termasuk di Jakarta, Surabaya, Medan dan pulau Bali – sampai pemberitahuan lebih lanjut, dengan alasan masalah keamanan.
Polisi mengatakan mereka tidak mengetahui adanya ancaman spesifik terhadap orang Amerika, namun menambahkan bahwa mereka memiliki informasi yang menunjukkan bahwa tersangka teroris asal Malaysia, Azahari bin Husin dan Noordin Mohamed Top mungkin merencanakan serangan.
Juru Bicara Polri Anang Budihardjo mengaku tidak menutup kemungkinan Azahari berperan dalam aksi bom Poso terbaru.
“Saya tidak bisa mengatakan (bom) itu ulah kelompok Azahari, tapi karena dia sudah lama menjadi buronan, kemungkinan dia merekrut anggota baru di wilayah tersebut,” kata juru bicara itu, Sabtu.
Kedua warga Malaysia tersebut diyakini mendalangi dua serangan terburuk di masa lalu: ledakan pada 9 September 2004 di kedutaan Australia di Jakarta yang menewaskan 10 orang, dan ledakan pada 5 Agustus 2003 di Jakarta yang menewaskan 12 orang di hotel Marriott.