April 5, 2025

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

Irak Meledakkan ‘Kampanye Kebohongan’

2 min read
Irak Meledakkan ‘Kampanye Kebohongan’

Irak pada hari Selasa dicap sebagai klaim Inggris yang tidak berdasar bahwa Presiden Saddam Hussein sedang mengembangkan senjata pemusnah massal

“Perdana Menteri Inggris mendukung kampanye kebohongan yang dipimpin oleh Zionis terhadap Irak,” kata Menteri Kebudayaan Irak Hammed Youssef Hammadi kepada wartawan pada pembukaan pameran lukisan di Bagdad.

Di Kairo, Menteri Luar Negeri Irak Naji Sabri mengatakan kepada wartawan bahwa dokumen tersebut “bertujuan untuk membenarkan niat agresif terhadap Irak.”

Menurut dokumen tersebut, Irak memiliki rencana militer untuk menggunakan senjata kimia dan biologi, dan telah mencoba memperoleh uranium dari Afrika. Dikatakan juga bahwa negara tersebut telah memperluas jangkauan rudal balistiknya.

“Saya yakin ancamannya serius dan terkini, bahwa dia (Saddam) telah membuat kemajuan dalam hal (senjata pemusnah massal) dan dia harus dihentikan,” kata Perdana Menteri Inggris Tony Blair dalam pengantar dokumen tersebut.

Blair merupakan pendukung utama Amerika Serikat, yang menuduh Irak menimbun senjata pemusnah massal dan menampung teroris dan mengatakan Saddam harus digulingkan.

Hammadi menyebut klaim Inggris “sama sekali tidak berdasar”.

Sabri, yang berada di Kairo sebagai utusan Saddam untuk Presiden Mesir Hosni Mubarak, mengatakan Irak bebas dari senjata pemusnah massal atau aktivitas untuk mereproduksi senjata tersebut.

“Keinginan untuk melakukan pemusnahan massal dan senjata nuklir tidak bisa disembunyikan,” kata Sabri, seraya menambahkan bahwa Blair tidak menanggapi tantangan Irak terhadap para ahli Inggris untuk datang ke Irak dan mengekspos senjata-senjata tersebut.

Berbicara di bandara Kairo saat ia berangkat, Sabri sebelumnya menyampaikan pesan kepada Mubarak dari Saddam ketika para pemimpin di kawasan itu terus berupaya mencegah perang AS-Irak.

Menteri Luar Negeri Mesir Ahmed Maher mengatakan kepada wartawan bahwa Saddam telah mengkonfirmasi bahwa Irak siap menerima kembalinya para pemeriksa senjata tanpa syarat dan bahwa Mubarak telah menekankan pentingnya kerja sama dengan para pemeriksa tersebut.

Mubarak, sekutu dekat AS, telah memperingatkan bersama para pemimpin Arab lainnya bahwa serangan AS terhadap Irak dapat mengganggu stabilitas kawasan.

Mesir, yang berperang bersama Amerika Serikat dalam Perang Teluk tahun 1991 yang memaksa Irak keluar dari Kuwait, mengatakan pihaknya akan mendukung serangan AS terhadap Irak jika serangan itu dilakukan di bawah perlindungan PBB.

Mesir juga memohon kepada Irak untuk mengizinkan pengawas senjata PBB meredakan krisis tersebut.

Pada. Pada 16 September, Irak mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan yang menyetujui menerima inspektur tanpa syarat. Namun Amerika Serikat skeptis Irak akan menepati janji tersebut. Annan mengatakan di PBB pada hari Senin bahwa dia belum mendengar kabar apa pun dari Irak sejak surat itu dikirimkan.

Irak, dalam upayanya menggalang dukungan regional, menggambarkan dirinya sebagai satu-satunya negara Arab yang bersedia melawan Israel dan Amerika Serikat.

PBB menjatuhkan sanksi berat terhadap Irak setelah invasi mereka ke Kuwait pada tahun 1990. Sanksi tersebut tidak dapat dicabut sampai inspektur PBB menyatakan bahwa senjata pemusnah massal yang dimiliki negara tersebut telah dimusnahkan.

Keluaran SGP

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.