Profil: Kabinet Palestina | Berita Rubah
2 min read
Berikut biografi singkat para menteri kabinet Palestina:
— Ahmed Qureia, Perdana Menteri (Fatah): Mantan ketua Dewan Legislatif Palestina. Negosiator utama Perjanjian Damai Oslo.
— Hakam Balawi, menteri dalam negeri (Fatah): Orang kepercayaan dekat Yasser Arafat. Novelis, penulis drama.
— Salam Fayad, Menteri Keuangan sejak Juni 2002 (Independen): Mantan pejabat Dana Moneter Internasional. Meraih gelar master dan doktoral di bidang ekonomi di University of Texas.
— Nabil Shaath, Menteri Luar Negeri sejak April 2003 (Fatah): Mantan Menteri Perencanaan dan Kerjasama Internasional. Mendapat gelar doktor di bidang ekonomi dari University of Pennsylvania. Memimpin delegasi Palestina pertama ke PBB.
— Saeb Erekat, menteri untuk negosiasi dengan Israel (Fatah): Meraih gelar doktor dalam resolusi konflik dan studi perdamaian di Universitas Bradford, Inggris. Menteri Pemerintahan Daerah 1994-2003.
— Hisyam Abdel Razek, menteri urusan tahanan (Fatah): Menghabiskan 21 tahun di penjara Israel. Menteri Tahanan 1998-2003. Salah satu penggagas rencana perdamaian tidak resmi “Kesepakatan Jenewa”.
— Naim Abu Humous, menteri pendidikan (Fatah): Memiliki gelar doktor di bidang pendidikan dari San Francisco State University.
— Meter Abu Aita, menteri pariwisata (Fatah): Mantan Menteri Pariwisata dan Transportasi.
— Azzam Ahmed, menteri komunikasi (Fatah): Mantan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat. Perwakilan PLO di Irak 1979-1994.
— Abdul Rahman Hamad, menteri perumahan (Fatah): Mantan Menteri Sumber Daya Alam, Ketua Otoritas Energi Palestina. Memiliki gelar doktor di bidang teknik elektro dari University of Wisconsin.
— Zahira Kamal, menteri urusan perempuan (Uni Demokratik Palestina): Menghadiri pertemuan pertama yang seluruhnya perempuan dengan politisi Israel pada tahun 1989.
— Ghassan Khatib, menteri tenaga kerja (Partai Rakyat Palestina): Direktur Pusat Media dan Komunikasi non-pemerintah Yerusalem.
— Maher Masri, menteri perekonomian dan perdagangan (Fatah): Kepala perunding Palestina dalam pembicaraan ekonomi dengan Israel.
— Hassan Abu Libdeh, Sekretaris Kabinet Palestina (Fatah): Direktur Biro Pusat Statistik Palestina. Memiliki gelar doktor di bidang statistik dari Cornell University.
— Jamal Shobaki, menteri untuk pemerintah daerah (Fatah): Ketua komite ekonomi legislatif. Aktivis Fatah dalam pemberontakan Palestina pertama tahun 1987, 10 tahun penjara.
— Jamil Tarifi, menteri urusan sipil (Fatah): Menjabat posisi kabinet yang sama pada tahun 1996-2002.
— Jawad Tibi, Menteri Kesehatan (Fatah): Ahli bedah dipenjarakan oleh Israel selama delapan tahun.
— Naheed Rayes, menteri kehakiman (Fatah): Wakil Ketua DPR 1995-1997. Mengepalai pengadilan militer PLO 1970-1994.
— Imam Nabil, menteri perencanaan (Independen): Mantan Menteri Pariwisata dan Menteri Tanpa Portofolio. Memiliki gelar doktor dalam bidang fisika nuklir dari American University of Beirut. Negosiator dengan Israel sejak tahun 1998.
— Tarif Qadoura, menteri tanpa portofolio (Fatah): 14 tahun penjara di Israel. Negosiasi pembebasan tahanan Palestina. Salah satu penggagas “Perjanjian Jenewa”.
— Salah Tamari, menteri olahraga dan pemuda (Fatah): Sebelum tahun 1970 memimpin pasukan Palestina di Yordania.
— Hikmah Zaid, menteri perhubungan (Fatah): Mantan Menteri Pertanian.
— Suleiman Abu Sneineh, menteri negara bidang hukum (Fatah): Pengacara.
— Yehiyeh Yahlof, menteri kebudayaan (Fatah): Novelis.
— Intissar al-Wazir, menteri pelayanan sosial (Fatah): Janda mendiang pejuang Palestina Abu Jihad, yang terbunuh dalam serangan di Tunis, Tunisia pada tahun 1988, secara luas dikaitkan dengan Israel.