Fakta singkat tentang serangan jantung dari American Heart Association
2 min read
American Heart Association mendorong masyarakat untuk bersiap menghadapi keadaan darurat jantung:
- Ketahui tanda-tanda peringatan serangan jantung. Selama serangan jantung, korban kehilangan kesadaran, berhenti bernapas normal, dan kehilangan denyut nadi serta tekanan darah. Mereka bisa tiba-tiba pingsan.
- Segera hubungi 9-1-1 untuk mengakses sistem medis darurat jika Anda melihat tanda-tanda peringatan serangan jantung.
- Berikan resusitasi jantung paru (CPR) untuk menjaga korban serangan jantung tetap hidup sampai bantuan darurat tiba.
- Jika Anda tidak mengetahui atau tidak terlatih dalam CPR, hubungi 9-1-1 dan tekan bagian tengah dada dengan kuat dan cepat hingga bantuan tiba.
Apa itu serangan jantung?
Henti jantung adalah hilangnya fungsi jantung secara tiba-tiba. Ini tidak sama dengan serangan jantung. Henti jantung mendadak terjadi ketika impuls listrik di jantung menjadi cepat atau kacau sehingga menyebabkan jantung tiba-tiba berhenti berdetak. Serangan jantung terjadi ketika suplai darah ke bagian otot jantung terhambat. Serangan jantung dapat menyebabkan serangan jantung.
Kematian mendadak (juga disebut kematian jantung mendadak) terjadi dalam beberapa menit setelah gejala muncul.
Apa penyebab henti jantung?
Alasan paling umum pasien meninggal karena serangan jantung mendadak adalah penyakit jantung.
Faktor lain selain penyakit jantung dan serangan jantung dapat menyebabkan serangan jantung. Ini termasuk henti napas, sengatan listrik, tenggelam, mati lemas dan trauma.
Henti jantung juga bisa terjadi tanpa diketahui penyebabnya.
Apakah serangan jantung bisa disembuhkan?
Kematian otak dan kematian permanen mulai terjadi hanya dalam waktu 4 hingga 6 menit setelah serangan jantung.
Henti jantung dapat diatasi jika diobati dalam beberapa menit dengan sengatan listrik pada jantung untuk mengembalikan detak jantung normal. Proses ini disebut defibrilasi.
Peluang korban untuk bertahan hidup berkurang 7 hingga 10 persen setiap menitnya tanpa CPR dan defibrilasi. Beberapa upaya resusitasi berhasil setelah 10 menit.
Berapa banyak orang yang selamat dari serangan jantung?
Setiap tahunnya, EMS merawat hampir 300.000 orang yang menderita serangan jantung di luar rumah sakit. Lebih dari 92 persen korban serangan jantung tidak dapat bertahan hidup hingga bisa keluar dari rumah sakit. Di kota-kota di mana defibrilasi dilakukan dalam waktu 5 hingga 7 menit, tingkat kelangsungan hidup mencapai 30–45 persen.
Apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup?
CPR dini dan defibrilasi cepat yang dikombinasikan dengan perawatan lanjutan dini dapat menghasilkan tingkat kelangsungan hidup jangka panjang yang tinggi jika terjadi serangan jantung.
Jika CPR pengamat dilakukan secara lebih konsisten, jika AED tersedia lebih luas, dan jika setiap komunitas dapat mencapai tingkat kelangsungan hidup serangan jantung sebesar 20 persen, maka diperkirakan 40.000 lebih nyawa dapat diselamatkan setiap tahunnya.