Maret 27, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

AS, Inggris masih berselisih dengan Prancis, Rusia dan Tiongkok mengenai resolusi Irak

3 min read
AS, Inggris masih berselisih dengan Prancis, Rusia dan Tiongkok mengenai resolusi Irak

Meskipun ada perundingan tingkat tinggi, Amerika Serikat dan Inggris berselisih dengan Prancis, Rusia dan Tiongkok pada hari Senin mengenai resolusi yang didukung AS yang mengizinkan tindakan militer terhadap Irak jika negara tersebut gagal mematuhi perintah pengawas senjata PBB.

Perancis memimpin oposisi yang memberikan lampu hijau kepada pemerintahan Bush, dan malah mendukung dua resolusi PBB – pengetatan inspeksi PBB yang pertama dan tindakan otorisasi kedua terhadap Irak jika negara tersebut gagal mematuhinya.

Dalam upaya untuk menenangkan Prancis, para diplomat AS pekan lalu menawarkan penghapusan ancaman untuk menggunakan “segala cara yang diperlukan” jika Saddam Hussein tidak mau bekerja sama. Prancis keberatan karena usulan baru AS masih akan menimbulkan “konsekuensi serius” jika Irak tetap menentang, yang menurut para pejabat AS sudah cukup bagi Washington untuk menyerang jika perlu.

Perdana Menteri Perancis Jean-Pierre Raffarin pada hari Senin menegaskan kembali penolakan Paris terhadap tindakan militer sepihak AS dan mendesak pemerintahan Bush untuk “tetap setia pada visi keamanan kolektif berdasarkan hukum.”

“Amerika tampaknya tergoda oleh kesepian kekuasaan,” katanya kepada Institute for National Defense Studies, sebuah lembaga pemikir yang berbasis di Paris. “Kami tidak dapat menerima intervensi yang bukan merupakan upaya terakhir, upaya terakhir.”

Ada kekhawatiran yang kuat di kalangan diplomat PBB bahwa lembaga utama yang menangani perdamaian dan keamanan internasional – Dewan Keamanan PBB – akan dirusak oleh tindakan sepihak AS terhadap Irak.

Para menteri dari lima negara yang memiliki hak veto-veto permanen di Dewan Keamanan – Amerika Serikat, Rusia, Perancis, Tiongkok dan Inggris – melanjutkan konsultasi, begitu pula duta besar mereka di PBB. Namun para diplomat melaporkan tidak ada terobosan.

Duta Besar AS John Negroponte bertemu dengan Duta Besar Perancis untuk PBB John David Levitte pada hari Senin, dan pada hari Selasa Menteri Luar Negeri AS Colin Powell dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Inggris Jack Straw, sekutu terdekat pemerintah, di Washington.

“Kami terus membuat kemajuan,” kata seorang pejabat AS pada hari Senin, yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya.

Duta Besar Inggris untuk PBB Jeremy Greenstock mengatakan kepada Majelis Umum pada hari Senin bahwa PBB “harus bangkit menghadapi tantangan berulangnya pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Irak.”

“Untuk melakukan hal itu, kita perlu memberikan kemungkinan yang paling besar kepada para inspektur PBB untuk memastikan perlucutan senjata berhasil dan memperjelas kepada Irak bahwa kali ini yang dilakukan adalah pelucutan senjata total atau konsekuensi yang parah,” katanya.

Namun para diplomat DK PBB hari Senin mengatakan mereka tidak percaya Amerika Serikat dan Inggris mempunyai cukup dukungan di Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara untuk sebuah resolusi yang akan memberikan lampu hijau terhadap penggunaan kekuatan di Irak. Untuk mendapatkan persetujuan, suatu resolusi harus mendapat sembilan suara “ya” dan tidak boleh diveto oleh anggota tetap.

Para diplomat mengatakan mereka yakin resolusi AS dengan kekuatan bahasa apa pun kemungkinan besar akan ditentang oleh Prancis, Rusia, Tiongkok, Suriah, Irlandia, Meksiko, Kamerun, Guinea, dan mungkin Mauritius – yang berarti resolusi tersebut hanya akan mendapat maksimal enam atau tujuh suara “ya”.

Pekan lalu, Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan mengatakan: “Negara-negara anggota menginginkan pendekatan dua tahap: Kirimkan inspektur, dan jika mereka mendapat masalah, jika gagal, kembalilah dan kami akan menerima resolusi kedua.”

Pengeluaran SDY

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.