Isyarat dapat mengindikasikan autisme pada balita
2 min read
Sebuah studi baru menunjukkan bahwa sekitar setengah dari seluruh kasus gangguan spektrum autisme (ASD) dapat didiagnosis selama masa balita. Setengah lainnya mungkin didiagnosis kemudian dan mungkin merupakan jenis gangguan perilaku dan sosial yang sangat berbeda.
Para peneliti telah menemukan tanda-tanda awal tertentu gangguan spektrum autisme (termasuk autisme) terlihat jelas pada anak-anak pada usia 14 bulan, dan diagnosis dini ini kemudian dipastikan pada usia 3 tahun.
“Fakta bahwa kita dapat mengidentifikasi hal ini pada usia muda sangatlah menarik karena memberikan kita kesempatan untuk mendiagnosis anak-anak dengan ASD sejak dini ketika intervensi dapat berdampak besar pada perkembangan,” kata peneliti Rebecca Landa, PhD, direktur dari ASD. Pusat Autisme dan Gangguan Terkait Institut Kennedy Kriegerdalam rilis berita.
Diagnosis autisme sebelumnya
Para peneliti mengatakan gangguan spektrum autisme jarang didiagnosis sebelum usia 3 tahun, dan diagnosis pada usia 14 bulan, seperti yang ditemukan dalam penelitian ini, merupakan diagnosis paling awal yang pernah dilaporkan.
Dalam studi yang dipublikasikan di Archives of General Psychiatry, para peneliti mengamati 107 anak yang dianggap berisiko tinggi mengalami gangguan spektrum autisme karena mereka memiliki saudara kandung yang mengidap autisme, dan 18 anak yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan gangguan tersebut.
Interaksi sosial, komunikasi dan perilaku bermain anak dievaluasi pada usia 14, 18, 24, 30 atau 36 bulan. Pada setiap penilaian, peneliti mencatat adanya tanda-tanda signifikan keterlambatan atau gangguan yang bisa menjadi tanda autisme.
Pada kunjungan terakhir pada usia 30 atau 36 bulan, masing-masing anak diberikan diagnosis akhir. Tiga puluh anak-anak tersebut mempunyai saudara kandung autisme didiagnosis menderita gangguan spektrum autisme. Kelompok ini kemudian dibagi menjadi dua kelompok: kelompok yang menunjukkan tanda-tanda awal autisme pada usia 14 bulan dan kelompok yang kemudian mengalami disabilitas.
Para peneliti menemukan bahwa separuh dari anak-anak yang didiagnosis autisme didiagnosis mengidap autisme pada kunjungan 14 bulan pertama dan separuh lainnya didiagnosis kemudian.
Tanda-tanda awal autisme
Landa mengatakan hasilnya mengidentifikasi tanda-tanda awal autisme yang harus diwaspadai oleh orang tua dan dokter anak:
— Kelainan dalam memulai komunikasi dengan orang lain: Daripada meminta bantuan untuk melakukan sesuatu, anak mungkin berjuang sendirian tanpa mencari bantuan.
— Gangguan kemampuan untuk memulai dan merespons peluang untuk berbagi pengalaman dengan orang lain: Anak-anak autis mungkin tidak mengikuti pandangan orang tuanya atau memulai kontak dengan orang lain.
— Keanehan saat bermain dengan mainan: Alih-alih menggunakan mainan sebagaimana mestinya, seperti mengambil garpu mainan dan berpura-pura memakannya, anak mungkin melakukan sesuatu yang tidak biasa dengan mainan tersebut.
— Variasi suara, kata-kata dan gerak tubuh yang digunakan untuk berkomunikasi berkurang secara signifikan: Dibandingkan dengan anak-anak yang sedang berkembang, anak-anak dengan autisme memiliki repertoar suara, kata-kata dan gerak tubuh yang jauh lebih kecil yang mereka gunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain.
“Untuk balita autis, hanya situasi tertentu saja—seperti melihat mainan favorit, atau dilempar ke udara—yang akan menyebabkan interaksi sosial sesaat,” kata Landa.
Tidak ada kriteria standar untuk mendiagnosis autisme pada usia 1 tahun, namun Landa mengatakan mereka berharap dapat mengembangkannya segera.
Para peneliti mengatakan orang tua harus mendiskusikan masalah perkembangan ini dengan dokter anak sejak dini karena pengobatan dini dapat secara signifikan mengurangi gangguan yang disebabkan oleh autisme.
Artikel ini telah ditinjau oleh Lois Chang, MD