Februari 23, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

Tentara AS menghadapi pengadilan militer atas tuduhan pembunuhan di Irak

2 min read
Tentara AS menghadapi pengadilan militer atas tuduhan pembunuhan di Irak

Seorang sersan Angkatan Darat AS akan menghadapi pengadilan militer atas tuduhan pembunuhan atas dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan empat tahanan Irak yang ditemukan terikat, ditutup matanya, ditembak dan dibuang di kanal Bagdad, kata militer Selasa.

Sersan. Kelas 1 Joseph P. Mayo, 27, akan diadili di pengadilan militer atas tuduhan pembunuhan, konspirasi untuk melakukan pembunuhan dan menghalangi keadilan yang berasal dari insiden musim semi 2007, kata Angkatan Darat dalam sebuah pernyataan.

Pada sidang bulan lalu, pengacara Mayo mengatakan kepada panel militer bahwa tidak ada cukup bukti untuk membawa kliennya ke pengadilan militer.

Namun panel memutuskan untuk merekomendasikan agar kasus ini diselesaikan, kata pihak militer. Belum ada tanggal yang ditetapkan untuk persidangan tersebut.

Mayo adalah satu dari tujuh tentara yang terlibat dalam kasus ini, dan bisa menghadapi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat jika terbukti bersalah.

Mayo terlibat dengan tentara lain yang sedang berpatroli. Seluruh tentara yang terlibat tergabung dalam Batalyon 1, Resimen Infantri ke-18, Brigade ke-2 Divisi Infanteri ke-1 di Irak, yang kini menjadi bagian dari Brigade Infanteri ke-172 yang berbasis di Jerman.

Dua tentara lainnya, Sersan. Michael P. Leahy Jr., dari Lockport, Ill., dan Sersan. John E. Hatley diduga terlibat langsung dalam penembakan tersebut.

Menurut kesaksian, empat warga Irak ditangkap setelah baku tembak antara 10 Maret dan 16 April 2007.

Para tahanan kemudian dibawa ke pangkalan operasional unit AS di Bagdad. Malamnya, menurut kesaksian, anggota patroli membawa warga Irak ke lokasi terpencil dan membunuh mereka sebagai pembalasan atas serangan.

Anggota patroli lainnya telah dijatuhi hukuman atau sedang menunggu persidangan.

Sp. Steven Ribordy, 25, dari Salina, Kansas, dan Spc. Belmor Ramos, 23, dari Clearfield, Utah, mengaku bersalah dalam kasus tersebut dan dijatuhi hukuman penjara.

Dua tentara lainnya, Sersan Staf. Jess Cunningham, 27, dari Bakersfield, California, dan Sersan. Charles Quigley, 28, dari Providence, Rhode Island.

Kota asal Mayo dan Hatley tidak dibebaskan.

Belum ada tanggal yang ditetapkan untuk pengadilan militer terpisah Leahy dan Hatley atas tuduhan pembunuhan, konspirasi untuk melakukan pembunuhan dan menghalangi keadilan yang berasal dari insiden tersebut.

Leahy dan Hatley menghadapi dakwaan pembunuhan tambahan untuk insiden terpisah pada Januari 2007. Pihak militer belum memberikan rincian mengenai insiden tersebut.

situs judi bola online

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.