Garis Waktu Program Nuklir dan Rudal Korea Utara
2 min read
SEOUL, Korea Selatan – Perkembangan program nuklir dan rudal Korea Utara:
– 1994: Berdasarkan perjanjian dengan AS, Korea Utara berjanji untuk membekukan dan akhirnya membongkar program senjata nuklirnya dengan imbalan bantuan membangun dua reaktor nuklir penghasil energi yang lebih aman.
– 31 Agustus 1998: Korea Utara diduga menembakkan rudal ke Jepang dan Samudera Pasifik, menyebutnya sebagai satelit.
– 13 September 1999: Korea Utara berjanji untuk membekukan uji coba rudal jarak jauh.
– 17 September 1999: Presiden Bill Clinton menyetujui pelonggaran besar-besaran sanksi ekonomi terhadap Korea Utara sejak berakhirnya Perang Korea pada tahun 1953.
— Juni 2001: Korea Utara memperingatkan akan mempertimbangkan kembali moratorium uji coba rudal jika Washington tidak melanjutkan kontak yang bertujuan untuk menormalisasi hubungan.
— Juli 2001: Departemen Luar Negeri AS melaporkan Korea Utara sedang mengembangkan rudal jarak jauh.
— Desember 2001: Presiden George W. Bush memperingatkan Irak dan Korea Utara akan “bertanggung jawab” jika mereka mengembangkan senjata pemusnah massal.
— 29 Januari 2002: Bush menyebut Korea Utara, Iran dan Irak sebagai “poros kejahatan”.
— September 2002: Korea Utara berjanji dalam pembicaraan puncak dengan Jepang untuk memperpanjang moratorium uji coba rudal setelah tahun 2003.
– 10 Januari 2003: Korea Utara mengumumkan penarikan diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.
– 10 Maret 2003: Korea Utara menembakkan rudal permukaan-ke-kapal di lepas pantai timur ke perairan antara semenanjung Korea dan Jepang.
— Agustus 2003: Korea Utara bergabung dalam putaran pertama perundingan nuklir enam negara di Beijing dengan Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, Rusia, dan Korea Selatan.
– 5 Juli 2006: Korea Utara meluncurkan tujuh rudal ke perairan antara semenanjung Korea dan Jepang, termasuk rudal jarak jauh Taepodong-2.
— 15 Juli 2006: Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi 1695 yang menuntut Korea Utara menghentikan program misilnya.
– 9 Oktober 2006: Korea Utara melakukan uji coba nuklir bawah tanah setelah menyebutkan “ancaman perang nuklir yang ekstrim” dari AS
— 15 Oktober 2006: Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi 1718 yang mengutuk uji coba, menjatuhkan sanksi, dan melarang Korea Utara melakukan segala aktivitas yang berkaitan dengan program senjata nuklirnya.
– 13 Februari 2007: Korea Utara setuju untuk menghilangkan fasilitas nuklir utamanya dengan imbalan bantuan energi dan keuntungan lainnya.
– 14 Juli 2007: Korea Utara mematikan reaktor utama Yongbyon, kemudian mulai menonaktifkannya.
– 27 Juni 2008: Korea Utara menghancurkan menara pendingin di Yongbyon.
– 19 September 2008: Korea Utara menyatakan sedang memperbaiki reaktor nuklir utama.
– 11 Oktober 2008: AS menghapus Korea Utara dari daftar negara sponsor terorisme.
— 15 Februari 2009: Korea Utara mengklaim berhak atas “pengembangan ruang angkasa”.
– 23 Februari: Korea Selatan mengatakan Korea Utara memiliki rudal balistik jarak menengah jenis baru yang mampu mencapai Australia utara dan Guam.
— 5 April: Korea Utara meluncurkan roket jarak jauh dari pangkalannya di Musundan-ri di pantai timur laut negara itu. Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat.
– 13 April: Dewan Keamanan PBB mengutuk peluncuran tersebut dan mengatakan akan memperketat sanksi terhadap Korea Utara.
— 14 April: Korea Utara mengumumkan penarikan diri dari perundingan perlucutan senjata dan mengatakan akan memulihkan sebagian fasilitas nuklir yang rusak.