Maret 3, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

PM Irak Chides mengungguli jenderal AS atas klaim ‘tidak berdasar’

3 min read
PM Irak Chides mengungguli jenderal AS atas klaim ‘tidak berdasar’

Perdana Menteri Irak mengecam komandan militer Amerika di negara itu dalam pernyataannya yang disiarkan pada hari Jumat, dengan mengatakan bahwa ia “mempertaruhkan posisinya” ketika ia mengatakan Iran berusaha menyuap anggota parlemen untuk memberikan suara menentang perjanjian keamanan AS-Irak.

Jenderal Ray Odierno menyampaikan komentar tersebut dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Senin di Washington Post, meskipun dia mengatakan dia tidak memiliki bukti pasti mengenai suap tersebut.

“Komandan Amerika mempertaruhkan posisinya ketika dia berbicara dengan nada seperti ini dan sayangnya memperumit hubungan,” kata Nouri al-Maliki kepada sekelompok wartawan Kuwait yang berkunjung dalam sebuah wawancara yang ditayangkan di televisi pemerintah Irak.

“Orang itu dikenal baik dan baik hati, tapi bagaimana dia bisa berbicara seperti itu tentang kasus yang tidak berdasar? Apa yang dikatakannya sungguh menyedihkan,” kata al-Maliki.

Kritiknya yang sangat keras menggarisbawahi sensitivitas isu hubungan antara politisi Irak dan Iran. AS menuduh Iran ikut campur dalam urusan Irak, termasuk mempersenjatai, melatih dan mendanai militan Syiah.

Banyak elit politik Syiah Irak tinggal di pengasingan di Iran selama beberapa dekade ketika Saddam Hussein berkuasa, dan kembali ke Irak setelah penggulingan rezim Sunni yang dipimpin oleh mendiang diktator tersebut pada tahun 2003.

Partai Syiah terbesar di Irak, Dewan Tertinggi Islam Irak, dibentuk di Iran pada awal tahun 1980-an dan milisinya yang dilatih oleh Iran, Brigade Badr, berperang di pihak Iran dalam perang melawan Irak pada tahun 1980-88.

Ulama Syiah terkemuka di negara itu, Ayatollah Agung Ali al-Sistani, adalah kelahiran Iran dan tetap menjadi warga negara Persia lebih dari 50 tahun setelah tiba di Irak.

Iran secara konsisten menentang kehadiran AS di Irak dan tidak merahasiakan penolakannya terhadap usulan perjanjian keamanan AS-Irak, yang menyerukan penarikan pasukan AS pada tahun 2012. Iran menyerukan agar perjanjian tersebut ditolak dan menuduh Washington menekan pemerintah Irak untuk menyetujuinya.

Kesepakatan itu masih perlu disetujui oleh kabinet al-Maliki sebelum diajukan ke parlemen untuk dilakukan pemungutan suara.

Odierno, yang bulan lalu gen. David Petraeus, yang menggantikan David Petraeus sebagai komandan keseluruhan pasukan AS dan sekutu di Irak, mengatakan kepada Post bahwa laporan intelijen AS mengindikasikan Iran berusaha menyuap anggota parlemen Irak untuk menggagalkan kesepakatan tersebut, yang mengharuskan pasukan AS untuk tetap berada di Irak setelah mandat mereka di PBB berakhir pada 31 Desember.

Dia mengatakan dia tidak memiliki bukti pasti mengenai suap tersebut, namun “ada banyak laporan intelijen” yang menunjukkan bahwa orang-orang Iran “datang untuk membayar orang-orang agar memberikan suara menentangnya.”

Tuduhan tersebut diulangi di Bagdad pada hari Rabu oleh juru bicara militer AS, Laksamana Muda Patrick Driscoll, yang mengatakan militer mencurigai agen-agen Iran mencoba menyuap politisi Irak untuk menentang perjanjian keamanan tersebut, namun tidak ada alasan untuk percaya bahwa politisi Irak telah menerima suap.

“Apakah politisi Irak akan menerimanya atau tidak, itu adalah persoalan yang berbeda,” katanya.

Namun komentar al-Maliki dan pernyataan pemerintahnya yang dikeluarkan Rabu malam, yang menyebut pernyataan Odierno “tidak pantas”, menunjukkan bahwa rakyat Irak mungkin menginginkan permintaan maaf resmi.

Namun, seorang anggota parlemen senior Syiah mengatakan dia tidak mengerti mengapa pemerintah membuat keributan atas komentar tersebut, padahal sudah menjadi rahasia umum bahwa Iran memiliki lobi yang kuat di koridor kekuasaan Baghdad, termasuk parlemen yang memiliki 275 kursi.

Anggota parlemen tersebut, yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya karena sensitifnya isu ini dan mengaku telah menolak tawaran Iran untuk menjilat, mengatakan bahwa Iran secara konsisten memaksakan “agendanya” di Irak dan tidak mengherankan bagi siapa pun bahwa Iran akan menggunakan segala cara yang mungkin untuk merusak perjanjian keamanan AS-Irak.

sbobetsbobet88judi bola

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.