Penasihat khusus memperoleh DM Twitter Trump meskipun perusahaan tersebut berupaya memblokir akses
2 min readBARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!
Penasihat khusus Jack Smith memperoleh pesan langsung mantan Presiden Trump di platform media sosial yang dulu dikenal sebagai Twitter, meskipun perusahaan tersebut berupaya memblokir akses.
Pengajuan pengadilan yang tidak disegel menunjukkan bahwa tim Smith memperoleh data lokasi dan rancangan tweet selain pesan-pesan mantan presiden. Pengacara perusahaan tersebut, yang sekarang bernama X Corp., mencoba memblokir dan menunda upaya tersebut pada bulan Januari dan Februari, namun seorang hakim federal berspekulasi bahwa pemilik X dan pernah menjadi CEO Elon Musk mencoba untuk menyelaraskan dirinya dengan Trump.
Hakim Distrik AS Beryl Howell menganggap Twitter sebagai penghinaan terhadap pengadilan dan mendenda perusahaan tersebut sebesar $350.000 pada bulan Februari, menurut catatan. Transkrip dari ruang sidang juga mengungkapkan betapa frustrasinya Howell terhadap tim hukum perusahaan.
Apakah ini untuk membuat Donald Trump merasa dirinya adalah pengguna baru Twitter yang disambut baik? Howell bertanya.
FLASHBACK: PENGACARA TRUMP MENGUNGKAPKAN ‘FOTO GRATIS’ DOKUMEN MAR-A-LAGO YANG TERSEBAR DI LANTAI
Penasihat khusus Jack Smith memperoleh pesan langsung mantan Presiden Trump di Twitter saat itu, meskipun perusahaan tersebut berupaya memblokir akses. (Foto oleh JOSEPH PREZIOSO/AFP melalui Getty Images)
“Twitter tidak mempunyai kepentingan selain litigasi atas hak konstitusionalnya,” jawab tim kuasa hukum mereka.
Tidak ingin meninggalkan isu tersebut, Howell kemudian bertanya, “Apakah karena CEO baru ingin bergaul dengan mantan presiden?”
Namun, raksasa media sosial itu akhirnya kalah dalam pertarungan dan terpaksa menyerahkan daftar lengkap data terkait akun “@realdonaldtrump”, termasuk semua tweet yang “dibuat, diedit, difavoritkan/disukai, atau di-retweet.”
FLASHBACK: PENGACARA TRUMP BELUMNYA DEPARTEMEN PERTANYAAN RESMI DOJ, BANDING DARI MASTER KHUSUS
Penyerahan tersebut juga mencakup pencarian di platform seputar pemilu 2020, perangkat yang digunakan untuk masuk ke akun, alamat IP yang digunakan untuk masuk ke akun, dan daftar akun terkait.
Hakim Distrik AS Beryl Howell menyatakan perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter melakukan penghinaan terhadap pengadilan dan mendenda perusahaan tersebut sebesar $350.000 pada bulan Februari, menurut catatan. (Jakub Porzycki/NurPhoto, CARINA JOHANSEN/NTB/AFP via Getty Images (Ilustrasi Foto))
Ekstradisi ini dilakukan sebagai bagian dari dakwaan pidana ketiga terhadap Trump. Tuduhan itu terkait upaya Trump membatalkan hasil pemilu 2020.
KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS
Trump juga menghadapi tiga dakwaan lain atas dugaan pembayaran diam-diam kepada aktris porno Stormy Daniels, urusan bisnisnya di New York City, dan dakwaan terkait pemilu lainnya di Georgia.