Februari 9, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

Sharon: Israel siap berkompromi

3 min read
Sharon: Israel siap berkompromi

Perdana Menteri Ariel Sharon (pencarian) mengatakan pada hari Selasa bahwa dia telah mulai mengoordinasikan penarikan pasukan dari Gaza dengan pihak Palestina dan tidak akan tergoyahkan oleh semakin banyaknya oposisi yang berperang di dalam negeri, termasuk ancaman terhadap dirinya dan para menteri kabinetnya.

Di Tepi Barat, pasukan Israel membunuh dua warga Palestina bersenjata yang menurut tentara mendekati pemukiman Tepi Barat. Keduanya harus ke Brigade Syahid Al-Aqsa ( cari ), kelompok kekerasan yang memiliki hubungan dengan gerakan Fatah pimpinan Mahmoud Abbas dari Palestina. Para militan mengatakan orang-orang bersenjata berasal dari sel lokal Al-Aqsa yang didanai oleh gerilyawan Hizbullah Lebanon yang menentang gencatan senjata Israel-Palestina.

Anggota Al-Aqsa telah mengindikasikan bahwa mereka akan membalas. Mereka mengatakan kedua pria tersebut menjaga sebuah rumah warga Palestina yang ditinggalkan di dekat pemukiman dan dibunuh tanpa diprovokasi oleh pasukan Israel.

Berbicara pada konferensi pers yang dipersiapkan dengan cermat, Sharon mengatakan jika militan Palestina menyerang tentara atau pemukim Israel selama penarikan dari Gaza, yang akan dimulai pada bulan Juli, Israel akan merespons dengan keras dan bahkan dapat menghentikan penarikan tersebut.

Parlemen Israel akan mengadakan pemungutan suara terakhir mengenai hal tersebut Penarikan dari Gaza ( cari ) Rabu, dengan rencana tersebut diperkirakan akan mendapat persetujuan luar biasa. Setelah kalah dalam pertarungan politik, ekstremis Yahudi meningkatkan kampanye intimidasi terhadap politisi yang mendukung rencana tersebut.

“Saya tidak pernah menyerah pada ancaman sepanjang hidup saya, dan saya tidak berniat memulainya sekarang,” kata Sharon. “Saya telah menyampaikan pesan ini kepada rekan-rekan menteri dan anggota Knesset (parlemen) yang berada di bawah tekanan. Pemerintah akan menggunakan semua cara yang diperlukan untuk menjamin keamanan maksimum, dan kami akan segera mengadakan pembicaraan mengenai topik ini.”

Aparat penegak hukum telah menyatakan keprihatinan yang semakin besar mengenai ancaman tersebut. Pejabat di Israel Shin Bet Dinas keamanan (pencarian) mengatakan para ekstremis mungkin mencoba membunuh Sharon atau menyerang situs penting Yerusalem yang suci bagi umat Islam dan Yahudi dalam upaya terakhir untuk menghentikan penarikan tersebut.

Sharon mengatakan dia tidak takut akan nyawanya dan akan melanjutkan rencana Gaza.

Perdana Menteri awalnya mengusulkan penarikan diri dari Gaza sebagai langkah sepihak, namun pada hari Selasa mengatakan dia siap bekerja sama dengan kepemimpinan baru Palestina.

“Kami sudah mulai berkoordinasi,” ujarnya. “Saya telah memberikan perintah untuk mulai mengoordinasikan penarikan kami… dari Gaza.”

Sharon mengatakan dia berharap koordinasi dengan Abbas akan mencegah militan Islam mengambil alih kekuasaan setelah Israel meninggalkan Gaza. Pemilu legislatif Palestina dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli, bertepatan dengan dimulainya penarikan diri, dan kelompok militan Hamas dipandang sebagai penantang kuat Fatah pimpinan Abbas.

Jika Abbas gagal memastikan ketenangan selama penarikan pasukannya, Sharon memperingatkan bahwa tindakan Israel akan “sangat, sangat keras dan keras”.

Sharon mengatakan rencananya akan memperkuat cengkeraman Israel di blok pemukiman paling penting di Tepi Barat, yang “akan menjadi bagian dari negara Yahudi di masa depan”.

Menteri Kabinet Palestina Saeb Erekat menjawab: “Israel harus memilih antara pemukiman atau perdamaian. Israel tidak bisa memiliki keduanya.”

Sementara itu, perunding Israel dan Palestina menemui jalan buntu pada hari Selasa mengenai persyaratan penarikan Israel dari kota Jericho di Tepi Barat, yang diperkirakan akan dilakukan minggu ini. Palestina juga ingin Israel menyerahkan wilayah yang berdekatan, termasuk desa Al Awja, dan membongkar pos pemeriksaan tentara di wilayah tersebut.

Israel ingin mempertahankan pos pemeriksaan utama di pintu masuk Jericho, dan menolak melepaskan kendali atas Al Awja karena jalan utama yang digunakan oleh Israel melewatinya.

Jericho adalah kota pertama dari lima kota di Tepi Barat yang akan diserahkan dalam beberapa minggu mendatang, dan Palestina melihatnya sebagai sebuah ujian. Di masa lalu, pasukan Israel untuk sementara mundur dari beberapa kota di Tepi Barat, namun tetap memasang penghalang jalan di pinggiran kota.

Penghapusan penghalang jalan akan menjadi tanda paling jelas bagi rakyat Palestina bahwa pendekatan baru Abbas terhadap konflik dengan Israel, termasuk kecaman yang jelas terhadap kekerasan, telah membuahkan hasil. Israel khawatir jika mereka melonggarkan kendali terlalu cepat, maka akan terjadi serangan lagi.

Togel SDY

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.