Februari 3, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

Bom mobil menargetkan tentara Jerman di Afghanistan

2 min read
Bom mobil menargetkan tentara Jerman di Afghanistan

Serangan bom mobil di jalan yang dijaga ketat antara kedutaan Jerman dan pangkalan militer AS di ibu kota Afghanistan pada hari Sabtu menewaskan dua warga sipil Afghanistan dan melukai lima tentara AS, kata para pejabat.

Taliban mengaku bertanggung jawab dan mengatakan pembom tersebut menargetkan personel militer Jerman.

Militer AS mengeluarkan pernyataan tak lama setelah serangan pada pukul 09:45, mengatakan bahwa dua tentara AS tewas dan 12 luka-luka. Tapi kol. Greg Julian, juru bicara utama AS di Afghanistan, kemudian mengatakan pernyataan itu didasarkan pada informasi buruk dan bahwa lima tentara AS terluka dalam serangan itu dan tidak ada yang tewas.

Petugas pemadam kebakaran dan tentara menyiram kendaraan yang terbakar di jalan dekat pangkalan dengan air. Personel keamanan Afghanistan dan tentara Amerika membawa seorang anggota militer Amerika melalui jendela dekat ledakan. Tidak jelas apakah prajurit tersebut masih hidup atau mati.

Dua warga sipil Afghanistan tewas dalam ledakan itu dan 23 lainnya luka-luka, kata Jenderal Mohammad Zahir Azimi, juru bicara Kementerian Pertahanan.

Kedutaan Besar Jerman berbagi jalan kecil dua jalur dengan Camp Eggers, sebuah pangkalan AS yang berfungsi sebagai markas tentara yang melatih personel polisi dan tentara Afghanistan. Lusinan personel keamanan Afghanistan bersenjata menjaga jalan, dan dinding beton serta kotak kawat yang dipenuhi pasir berjajar di sepanjang jalan.

“Itu tidak merusak tembok (pangkalan),” kata Letkol Chris Kubik, juru bicara militer AS. “Kejadiannya cukup dekat, tapi saya tidak bisa memberi tahu Anda apakah mereka menargetkan kami atau tidak.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman di Berlin mengatakan “beberapa personel” terluka dalam ledakan tersebut, namun dia tidak menyebutkan jumlah korbannya. Dia mengatakan mereka tidak memiliki laporan kematian.

Jendela-jendela di dalam kompleks Jerman hancur akibat ledakan tersebut, namun dinding yang melindungi kompleks tersebut masih utuh, katanya. Juru bicara tersebut menolak menyebutkan namanya untuk dipublikasikan, dengan alasan kebijakan pemerintah.

Juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid mengatakan, seorang pembunuh Taliban bernama Shumse Rehman melakukan penyerangan dengan mobil Toyota Corolla. Dia mengatakan pembom tersebut menargetkan dua kendaraan yang diyakini membawa perwira militer Jerman.

“Jerman memiliki pasukan di utara Afghanistan dan mereka terlibat dalam pembunuhan warga Afghanistan yang tidak bersalah. Taliban akan menargetkan semua negara yang memiliki pasukan di Afghanistan,” katanya.

Mujahid mengatakan Taliban telah mengawasi pergerakan kendaraan Jerman dan merencanakan serangan untuk menargetkan petugas yang diyakini berada di dalam.

Jerman memiliki 3.200 tentara di Afghanistan, sebagian besar di wilayah utara negara itu. Wilayah ini jauh lebih tenang dibandingkan wilayah timur atau selatan Jerman, namun pasukan Jerman kadang-kadang masih mengalami pemboman.

AS memiliki sekitar 32.000 tentara di Afghanistan dan berencana mengirim 30.000 tentara lagi tahun ini.

judi bola

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.