Februari 2, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

Senator Bergerak untuk Mencabut Batasan Masa Jabatan Komite

3 min read
Senator Bergerak untuk Mencabut Batasan Masa Jabatan Komite

Jika Anda mengira batasan masa jabatan di tingkat nasional sudah mati, Anda salah. Mereka tinggal di bagian terpencil di Kongres AS, namun kondisi mereka sangat kritis.

Faktanya, beberapa anggota Kongres bekerja keras untuk menghilangkan batasan masa jabatan yang berlaku bagi mereka.

Peristiwa yang terjadi di Capitol Hill merupakan sebuah demonstrasi halus mengenai betapa banyak perwakilan terpilih kita yang memandang prinsip-prinsip politik hanya sebagai retorika yang bisa digantung selama kampanye, dan kemudian dimasukkan kembali ke dalam laci legislatif, jika dan ketika janji-janji kampanye berhadap-hadapan dengan kepentingan pribadi profesional.

Sekelompok senator Partai Republik kini mendorong untuk mencabut ketentuan dalam peraturan Senat yang membatasi jangka waktu seorang senator dapat memimpin sebuah komite atau menjabat sebagai anggota peringkat. (Peraturan tersebut diberlakukan di tengah banyak kemeriahan pada tahun 1996 oleh mayoritas Partai Republik yang terinspirasi oleh “Kontrak dengan Amerika”.) Peraturan tersebut menyatakan bahwa, “Seorang Senator tidak boleh menjabat lebih dari enam tahun sebagai ketua dan enam tahun sebagai anggota peringkat komite tetap mana pun.”

Tujuan dari aturan ini adalah untuk membatasi masa kerja hingga total enam tahun, sehingga memungkinkan ketua dan anggota biasa menggunakan senioritas mereka untuk mendapatkan posisi teratas di komite lain. Dalam praktiknya, hal ini akan memungkinkan banyak anggota Partai Republik paling senior untuk mengambil alih kendali komite baru pada tahun 2003 jika Partai Republik memperoleh mayoritas di Senat pada bulan November.

Namun sebagian besar anggota kaukus Partai Republik, yang secara pribadi merasa lega karena kursi Senat mereka tidak pernah dibatasi masa jabatannya, kemungkinan besar akan mendukung langkah yang dipimpin oleh Senator Gordon Smith, R-Ore., untuk mencabut batasan yang ada saat ini. Alasan mengapa beberapa anggota senior Partai Republik mendukung pencabutan aturan batasan masa jabatan bervariasi. Beberapa orang cukup jujur.

“Saya hanya tidak menyukai aturan tersebut,” kata Senator Bob Smith, RN.H., anggota Partai Republik yang menduduki peringkat di Komite Lingkungan Hidup dan Pekerjaan Umum. “Bagaimanapun, kami sebagai senator mempunyai hak untuk memilih ketua kapan saja,” tambah Smith.

Penentang pembatasan masa jabatan lainnya diperkirakan akan menekankan manfaat yang diperoleh dari kepemimpinan “legislator berpengalaman”. Itu sebabnya Senator Pete Domenici, RN.M., anggota Partai Republik di Komite Alokasi, terdengar seperti seorang ilmuwan politik yang anti batasan masa jabatan ketika dia berkata, “Saya rasa ini tidak sebaik yang dipikirkan orang-orang ketika mereka mengusulkannya untuk Senat Amerika Serikat. Tempat ini layak mendapatkan energi dari anggota baru dan pengalaman dari anggota lama.”

Kritikus selalu memperkirakan adanya peningkatan signifikan dalam pengaruh aktor-aktor politik yang masih ada, khususnya anggota staf legislatif dan birokrasi, yang akan membentuk lingkaran kelembagaan di sekitar legislator pemula. Namun bukti mengenai dampak institusional dari batasan masa jabatan di tingkat negara bagian bertentangan dengan para kritikus, termasuk semakin banyaknya senator karir, yang lebih memilih Capitol Hill seperti dulu.

Lagi pula, klaim para kritikus bahwa komite dan proses legislatif memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menguasainya bukan merupakan dakwaan terhadap anggota parlemen yang tidak berpengalaman, melainkan dakwaan terhadap proses legislatif. Intinya adalah cara kerja badan legislatif kita jauh lebih rumit dari yang seharusnya. Bisa dibilang, banyak negara bagian yang sudah dibatasi masa jabatannya akan lebih baik tanpa pengalaman luar biasa ini. Ingatlah bahwa badan legislatif bukanlah satu-satunya tempat untuk mendapatkan pengalaman yang berguna. Pengalaman sektor swasta yang membawa banyak pendatang baru ke komite legislatif dengan masa jabatan terbatas mungkin lebih berharga bagi kebaikan bersama.

Jelas bahwa pengalaman politik bukanlah jaminan efektifnya legislasi tanpa staf. Dalam badan legislatif profesional terbatas yang tidak mempunyai masa jabatan, sebagian besar undang-undang sebenarnya ditulis oleh anggota staf, bukan oleh politisi itu sendiri. Dalam praktiknya, semakin senior seorang legislator, kemungkinan besar ia akan semakin bergantung pada stafnya.

Namun pembatasan masa jabatan yang berbasis komite menghilangkan kemungkinan para pemimpin legislatif yang sudah mengakar mendominasi ruang Senat. Akibatnya, terjadi perubahan pada jalur karier kepemimpinan tradisional Senat. Namun laju perubahan harus dipercepat, bukan diperlambat.

Misalnya, badan legislatif Arkansas yang masa jabatannya terbatas lebih berani dibandingkan sebagian besar lembaga sejenis lainnya dan menghapuskan sistem senioritas dalam memilih ketua komite. Ketua komite kini dipilih dari lembaga legislatif. Dengan pendekatan penugasan komite yang lebih berbasis prestasi, filsafat politik kini sama pentingnya dengan loyalitas pribadi.

Arah perdebatan mengenai masa jabatan ketua komite terbatas mungkin terdengar seperti pertengkaran klasik di dalam Beltway, namun ada lebih banyak hal yang dipertaruhkan. Pertama, hal ini menunjukkan preferensi para wakil terpilih kita terhadap promosi karir dibandingkan prinsip politik. Kedua, hanya beberapa bulan setelah hari pemungutan suara, hal ini berfungsi sebagai pengingat tepat waktu tentang janji yang dibuat dan janji yang ditepati.

Patrick Basham adalah peneliti senior di Pusat Pemerintahan Perwakilan di Institut Cato.

Keluaran Sydney

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.