Garis waktu program nuklir dan rudal Korea Utara
2 min readFile: Menara pendingin kompleks nuklir Yongbyon Korea Utara, sebuah reaktor penghasil plutonium, dihancurkan pada 27 Juni 2008. (Reuters)
Garis waktu pengembangan nuklir dan rudal di Korea Utara.
– 1994: Berdasarkan perjanjian dengan AS, Korea Utara berjanji untuk membekukan dan akhirnya membongkar program senjata nuklirnya dengan imbalan bantuan membangun dua reaktor nuklir penghasil energi yang lebih aman.
– 31 Agustus 1998: Korea Utara diduga menembakkan rudal ke Jepang dan Samudera Pasifik, menyebutnya sebagai satelit.
– 13 September 1999: Korea Utara berjanji untuk membekukan uji coba rudal jarak jauh.
— Juli 2001: Departemen Luar Negeri AS melaporkan Korea Utara sedang mengembangkan rudal jarak jauh.
— Desember 2001: Presiden George W. Bush memperingatkan Irak dan Korea Utara akan “bertanggung jawab” jika mereka mengembangkan senjata pemusnah massal.
– 10 Januari 2003: Korea Utara mengumumkan penarikan diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.
— Agustus 2003: Korea Utara bergabung dalam putaran pertama perundingan nuklir enam negara di Beijing dengan Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, Rusia, dan Korea Selatan.
– 5 Juli 2006: Korea Utara meluncurkan tujuh rudal ke perairan antara semenanjung Korea dan Jepang, termasuk rudal jarak jauh Taepodong-2.
— 15 Juli 2006: Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi 1695 yang menuntut Korea Utara menghentikan program misilnya.
– 9 Oktober 2006: Korea Utara melakukan uji coba nuklir bawah tanah setelah menyebutkan “ancaman perang nuklir yang ekstrim” dari AS
— 15 Oktober 2006: Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi 1718 yang mengutuk uji coba, menjatuhkan sanksi, dan melarang Korea Utara melakukan segala aktivitas yang berkaitan dengan program senjata nuklirnya.
– 13 Februari 2007: Korea Utara setuju untuk menghilangkan fasilitas nuklir utamanya dengan imbalan bantuan energi dan keuntungan lainnya.
– 14 Juli 2007: Korea Utara mematikan reaktor utama Yongbyon, kemudian mulai menonaktifkannya.
– 27 Juni 2008: Korea Utara menghancurkan menara pendingin di Yongbyon.
– 19 September 2008: Korea Utara menyatakan sedang memulihkan fasilitas nuklir di Yongbyon.
– 11 Oktober 2008: AS menghapus Korea Utara dari daftar negara sponsor terorisme.
— 15 Februari 2009: Korea Utara mengklaim berhak atas “pengembangan ruang angkasa”.
– 23 Februari: Korea Selatan mengatakan Korea Utara memiliki rudal balistik jarak menengah jenis baru yang mampu mencapai Australia utara dan Guam.
— 5 April: Korea Utara meluncurkan roket jarak jauh dari pangkalannya di pantai timur laut negara itu.
– 13 April: Dewan Keamanan PBB mengutuk peluncuran tersebut.
— 14 April: Korea Utara mengumumkan penarikan diri dari perundingan perlucutan senjata dan mengatakan akan memulihkan sebagian fasilitas nuklir yang rusak.
– 25 April: Korea Utara mengumumkan dimulainya pemrosesan ulang bahan bakar bekas dari pembangkit listrik tenaga nuklirnya. Komite Dewan Keamanan PBB menyetujui sanksi baru terhadap tiga perusahaan besar Korea Utara sebagai tanggapan atas peluncuran roket tersebut.