Januari 3, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

Generasi sekarang lebih lambat berhenti minum minuman beralkohol seiring bertambahnya usia

2 min read
Generasi sekarang lebih lambat berhenti minum minuman beralkohol seiring bertambahnya usia

Seiring bertambahnya usia, mereka cenderung mengurangi konsumsi alkohol. Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa generasi yang lebih baru lebih lambat melakukan pengurangan dibandingkan dengan kakek-nenek mereka.

Studi ini muncul dalam edisi terbaru American Journal of Public Health.

Minum mempunyai dampak positif dan negatif yang signifikan terhadap kesehatan fisik, mental dan sosial. Seiring bertambahnya usia penduduk Amerika, penting untuk mengetahui bagaimana pola minum berubah seiring bertambahnya usia, tulis peneliti Alison Moore, MD, seorang profesor geriatri di UCLA.

Penelitian lain menunjukkan bahwa kecenderungan ini akan berbalik pada usia lanjut. Namun penelitian Moore adalah penelitian berskala besar pertama yang mengambil perspektif yang lebih luas di masa lalu.

Moore dan rekan-rekannya menganalisis data nasional yang diperoleh dari tahun 1971-1975 dan 1982-1992. Ini mencakup data survei, tanggapan wawancara tatap muka, dan hasil wawancara telepon terhadap lebih dari 20.000 orang dewasa berusia antara 25 dan 74 tahun.

Mereka menemukan:

-43 persen orang minum secara konsisten sepanjang hidup mereka

-31 persen mengingat secara konsisten selama survei lanjutan. Orang yang tidak melakukan tindakan abstain secara konsisten biasanya berusia lebih tua, berjenis kelamin perempuan, tidak berkulit putih, belum menikah, berpendidikan lebih rendah, tidak bekerja, tidak merokok, dan mempunyai pendapatan lebih rendah.

—Selama periode ketika perekonomian Amerika sedang booming, kebiasaan minum alkohol menjadi lebih umum.

– Pria minum lebih banyak alkohol dibandingkan wanita.

—Pria dan wanita sama-sama mengurangi konsumsi seiring bertambahnya usia; laki-laki mengurangi konsumsi minuman beralkohol sebesar 19 persen per dekade, namun bagi perempuan angkanya mencapai 13 persen per dekade.

—Mulai merokok dikaitkan dengan peningkatan konsumsi minuman beralkohol sebesar 21 persen; berhenti berarti pengurangan konsumsi minuman beralkohol sebesar 12 persen.

Datanya juga menunjukkan bahwa generasi sebelumnya lebih membatasi asupan mereka – dan lebih cepat – dibandingkan generasi sekarang, jelas Moore. Misalnya, orang yang lahir pada tahun 1925 mengurangi asupan alkohol sebesar 11 persen untuk setiap dekade penuaan, sedangkan mereka yang lahir pada tahun 1935 mengurangi asupan alkohol sebesar 9 persen untuk setiap dekade, jelasnya.

Kemungkinan besar generasi selanjutnya akan lebih sehat dan terbiasa dengan layanan kesehatan yang lebih baik. Itu sebabnya mereka merasa lebih aman untuk minum lebih banyak seiring bertambahnya usia, kata Moore dalam rilis beritanya. “Saya pikir orang-orang pada umumnya lebih sehat dibandingkan sebelumnya. Mereka minum dalam jangka waktu yang lebih lama karena mereka lebih sehat.”

Orang dewasa yang berhenti minum cenderung memiliki kondisi yang diperparah oleh penggunaan alkohol, seperti penyakit refluks gastrointestinal, depresi atau insomnia, katanya. Mereka mungkin juga mengonsumsi obat-obatan yang bereaksi buruk dengan alkohol, seperti obat radang sendi yang menyebabkan pendarahan lambung akibat penggunaan alkohol.

Oleh Jeanie Lerche Davis, diulas oleh Brunilda Nazario, MD

SUMBER: Rilis berita, UCLA. Moore, A. Jurnal Kesehatan Masyarakat Amerika, Maret 2005; jilid 95: hlm 458-464.

togel sidney

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.