Maret 26, 2026

blog.hydrogenru.com

Mencari Berita Terbaru Dan Terhangat

4 warga Australia, 2 warga Indonesia diselamatkan setelah kapal hilang selama 2 hari setelah hujan lebat

3 min read

BARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!

  • Awal pekan ini, sebuah perahu yang membawa tiga warga Indonesia dan empat wisatawan Australia hilang selama dua hari setelah cuaca buruk di provinsi Aceh.
  • Tim penyelamat berhasil menyelamatkan enam penumpang, namun satu awak kapal speedboat kayu WNI tersebut masih hilang.
  • Para wisatawan yang melakukan perjalanan dari Australia menuju Pulau Pinang, kawasan yang terkenal dengan pantainya yang masih alami dan ombaknya yang bagus, diperkirakan akan melanjutkan liburan selancarnya di hari-hari terakhir.

Empat turis Australia dan dua warga Indonesia telah diselamatkan setelah hilang selama dua hari di perairan provinsi Aceh, Indonesia, kata para pejabat dan ayah dari salah satu warga Australia pada hari Selasa.

Peter Foote, ayah Elliot Foote, yang melakukan perjalanan ke Indonesia untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-30 bersama teman-temannya, mengatakan dia menerima pesan teks dari putranya yang mengatakan dia baik-baik saja.

“Dituliskan, ‘Hai Ayah, Elliot di sini. Aku masih hidup. Aman sekarang. Aku sayang kamu. Bicara lagi nanti,'” kata Peter Foote pada konferensi pers di Sydney, Selasa. “Itu bagus, itu kabar baik. Saya harus bicara

INDONESIA MENCARI 7 ORANG, TERMASUK WISATAWAN AUSTRALIA, HILANG DI PERAIRAN SETELAH SERANGAN CUACA

dia dan ingin melihat gambar dan melihat seperti apa dia. Semuanya baik-baik saja.”

Sebuah speedboat kayu yang membawa empat warga negara Australia dan tiga awak kapal Indonesia mengalami cuaca buruk pada hari Minggu. Rincian bagaimana mereka bisa sampai ke laut masih belum jelas.

Salah satu awak kapal asal Indonesia masih hilang, menurut kepala badan penyelamat setempat.

Peter Foote diberitahu bahwa putranya telah mengayuh papan selancarnya ke sebuah pulau untuk meningkatkan kewaspadaan, dan bahwa tiga warga Australia lainnya ditemukan menempel pada papan selancar mereka di laut. Tidak jelas bagaimana kedua warga Indonesia tersebut bisa bertahan.

Petugas penyelamat bersiap mencari speedboat yang membawa WNI dan Australia yang hilang di Indonesia pada 14 Agustus 2023. (BASARNAS melalui AP)

Keenam orang yang berhasil diselamatkan dibawa ke Pulau Pinang untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.

Elliot Foote, rekannya Steph Weisse, dan temannya Will Teagle dan Jordan Short, bersama ketiga WNI tersebut, berada di perahu di perairan sekitar Sarang Alu dan Pulau Banyak. Mereka adalah bagian dari kelompok yang terdiri dari 12 warga Australia dan lima warga Indonesia dalam dua perahu yang melakukan perjalanan ke Pulau Pinang, sebuah tujuan yang terkenal dengan pantainya yang masih asli dan ombaknya yang bagus untuk berselancar.

AKTIVIS INDONESIA MELAKUKAN MOGOK MAKAN MAKANAN UNTUK MELAWAN PENUNDAAN RUU PERLINDUNGAN PEKERJA DOMESTIK

Kapal-kapal tersebut berangkat pada Minggu sore dari Pulau Nias yang terletak sekitar 93 mil dari Pulau Sumatera, Indonesia, dan mengalami cuaca buruk disertai hujan lebat selama perjalanan.

Sepuluh orang diantaranya memutuskan untuk tinggal dan berteduh di Pulau Sarang Alu, sedangkan yang lainnya melanjutkan perjalanan. Pihak resor di Pulau Pinang kemudian melaporkan kepada agen tersebut bahwa perahu yang membawa 10 penumpang itu tiba dengan selamat pada Minggu malam malam, namun perahu yang berangkat lebih awal tidak terlihat.

Peter Foote mengatakan dia berharap putra dan teman-temannya melanjutkan liburan selancar mereka selama delapan hari terakhir.

KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS

Indonesia adalah negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, dan feri serta perahu adalah alat transportasi yang umum. Dengan lemahnya standar keselamatan dan masalah kepadatan penduduk, kecelakaan sering terjadi.

Pada bulan Juli, sebuah kapal penumpang yang kelebihan muatan terbalik di pulau Sulawesi, Indonesia, menewaskan 15 orang.

Pada tahun 2018, sebuah kapal feri yang penuh sesak dengan sekitar 200 orang di dalamnya tenggelam di sebuah danau di provinsi Sumatera Utara, menewaskan 167 orang. Dalam salah satu bencana terburuk yang tercatat di negara ini, sebuah kapal penumpang yang penuh sesak tenggelam pada bulan Februari 1999 dengan 332 orang di dalamnya. Hanya 20 orang yang selamat.

Data HK

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.